500 Ribu Data User Bocor, Google+ Ditutup

This browser does not support the video element.

Jakarta, era.id - Jejaring media sosial buatan Google, yakni Google+ dikabarkan akan ditutup. Perusahaan Alphabet itu memutuskan menonaktifkan Google+, lantaran sepi dari pengguna.

Terlebih adanya celah keamanan atau bug, yang membuat lebih dari 500 ribu data pengguna bocor kepada pihak developer.  Data-data itu mencakup nama, alamat e-mail, pekerjaan, jenis kelamin, umur, dan data-data lain yang dimasukkan pengguna saat mendaftar. 

Google+ sendiri diluncurkan Google pada tahun 2011 untuk menghadapi Facebook, yang kala itu sudah meraksasa. Di sana, pengguna antara lain bisa memajang status, melihat news feed dan mengorganisir teman dalam grup bernama Circle.

Nantinya, para user diberikan waktu hingga 10 bulan ke depan untuk menyimpan data mereka yang masih tersimpan di dalam platform tersebut. Pada akhir Agustus 2019, dan Google+ akan benar-benar ditutup.

Ke depan, Google bakal fokus meningkatkan keamanan pada layanan-layanannya melalui program audit yang dinamai 'Project Strobe'.  Ini akan menjadi usaha Google untuk mengevaluasi akses pihak developer terhadap informasi di dalam akun Google dan perangkat Android lainnya.

Tag: chipset teknologi 7nm google