PKS Teriak Politik Identitas ke Ganjar soal Wudu di TV, PDIP: Orang Tak Punya Prestasi

ERA.id - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menuturkan pernyataan terkait politik identitas ke Ganjar Pranowo yang jadi model azan di televisi hanya diungkap oleh orang-orang yang tak berprestasi.

Hal ini menyusul tudingan PKS bahwa Ganjar melakukan politik identitas karena tampil di sebuah azan salah satu stasiun televisi. "Ya, politik identitas itu disampaikan oleh orang-orang yang tidak punya rekam jejak prestasi," ujar Hasto di Kantor DPD PDIP Provinsi Banten, Kota Serang, Banten, Minggu kemarin.

Menurutnya, kapasitas Ganjar dalam tayangan itu untuk menampilkan sisi spiritualitas sebagaimana tertuang dalam Pancasila yakni sila pertama soal Ketuhanan. Dia juga menekankan, Ganjar dan PDIP tidak punya rekam jejak politik identitas.

"Pak Ganjar menampilkan spiritualitas sebagai negara yang menjalankan Pancasila dengan sebaik-baiknya, sehingga tidak ada rekam jejak sedikit pun politik identitas dari Pak Ganjar dan juga PDIP. Kami partai Nasionalis Soekarnois," katanya.

"Menjadikan sila ketuhanan menyatu dengan sila kemanusiaan kebangsaan, musyawarah dan juga berjuang untuk keadilan sosial itu merupakan hal yang mencerminkan spiritualitas kita sebagai bangsa. Ajakan yang baik, dan menurut saya itu sama sekali tidak ada kaitan dengan politik identitas," sambung dia.

Sebelumnya, pada Sabtu (9/9), PKS menuding bakal calon presiden (capres) PDIP Ganjar Pranowo melakukan politik identitas karena muncul di tayangan azan stasiun televisi (TV).

"Iya (politik identitas), senjata makan tuan, selama ini narasi politik identitas selalu digaungkan oleh PDIP untuk menyerang PKS dan Anies, dan akhirnya PDIP juga terjebak dengan politik identitas," kata Juru Bicara PKS Muhammad Iqbal, Sabtu silam.

Iqbal pun meminta agar PDIP berhenti memakai isu politik identitas jelang pemilu. Terlebih, kata dia, isu itu dijadikan senjata menyerang partai Islam.

Lebih jauh, Iqbal juga menyebut sebetulnya tidak ada yang salah dengan identitas dan politik. Menurutnya yang salah adalah ketika identitas itu dipakai untuk mendapatkan suara dan citra semata.

Saat ini muncul video azan magrib di salah satu stasiun televisi Indonesia yang memperlihatkan bakal calon presiden Ganjar Pranowo sedang salat. Kemunculan video tersebut menimbulkan persepsi di masyarakat.

Partai politik koalisi pengusung dan pendukung Ganjar sebagai bacapres di Pemilu 2024 menegaskan bahwa kemunculan Ganjar di video tersebut bukan merupakan politik identitas.