Momen Pemain Futsal di Sidoarjo Sujud Syukur Malah Bahunya Ditendangi Lawan dalam Porprov Jatim

ERA.id - Pertandingan futsal Porprov Jatim, Rabu (13/9) lalu di lapangan futsal Sidoarjo, tercoreng karena ulah seorang atlet futsal Kota Malang.

Ceritanya seorang atlet futsal Kabupaten Blitar merakayan gol yang dicetak temannya dengan gaya sujud syukur, saat melawan tim Malang.

Mirisnya, seorang atlet tim futsal Malang malah menendang bahu lawannya yang sedang khusyuk bersujud tersebut. Videonya pun viral.

Menurut pelatih futsal putra Kabupaten Blitar, Febry Wahyu Wiyono, kejadian itu berlangsung saat babak penyisihan delapan besar Porprov Jatim VIII.

Permainan kasar dari tim Malang mulai terlihat saat babak kedua. Terbukti, tiga kartu merah dikeluarkan wasit untuk pemain tim Malang.

"Di babak pertama kami unggul 2-0 dari tim lawan. Sampai babak kedua awal, kami unggul dengan tambah satu gol," terangnya, Selasa kemarin.

"Tendangan penalti itu sampe lima kali. Di menit 39 kalau tidak salah, itu ditendang Niko dan menjadi gol kelima kita. Nah saat itu Hanafi langsung sujud syukur untuk gol itu," jelasnya.

Dalam video yang dilihat ERA, tendangan tersebut tampak mengenai kepala Hanafi. Ternyata tidak. Febry menegaskan, sepakan itu membentur bahu. "Anak-anak memang tidak terpancing emosi dan provokasi. Tidak ada balasan dari kami, dan Alhamdulillah kami malah dapat masuk ke final," lanjut Febry.

Di tempat terpisah, Ketua Asosiasi Futsal Kota (AFK) PSSI Kota Malang, Bagus Irmawanto merasa kalau pemain Malang sudah emosi sebab merasa dicurangi dari awal laga hingga melaju ke babak 8 besar, tim Kota Malang terus 'dikerjai' wasit.

Bagus menambahkan, situasi makin runyam tatkala pemain tim Blitar berselebrasi berlebihan. "Tensinya memang tinggi sejak awal pertandingan itu. Karena itu merebutkan tiket ke semifinal. Saat itu juga sama-sama banyak pelanggaran dari kedua tim. Tapi namanya pertandingan, kita patuh sama wasit dan panpel," tutur Bagus.

Terakhir, Bagus menyayangkan video viral yang menyatakan bahwa pemain Kota Malang menendang kepala pemain lawan. "Setelah pertandingan kami meminta maaf ke pelatih Blitar dan semuanya. Jadi ini juga pelajaran buat saya juga sebagai ketua AFK Malang," kata Bagus.