Cari Keadilan di Bareskrim Polri, Keluarga Korban Kanjuruhan: Aparat Ini Pembohong Semua!

ERA.id - Sejumlah keluarga korban tragedi Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, datang ke Bareskrim Polri, Jakarta, untuk membuat laporan polisi pada Rabu (27/9/2023).

Mereka sampai di gedung Bareskrim Polri sekira pukul 12.00 WIB dan didampingi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), KontraS, YLBHI-LBH Pos Malang, dan PP Muhammadiyah.

Sebagian dari mereka mengenakan baju bewarna hitam bertuliskan "Menolak lupa 1 Oktober 2022". Para keluarga juga membawa poster-poster kecil berupa foto-foto korban tragedi Kanjuruhan.

Keributan sempat terjadi di lobi Bareskrim karena mereka dicegat untuk memasuki gedung oleh polisi yang berjaga. Petugas hanya mengizinkan lima orang saja untuk yang memasuki gedung.

Tangis pun pecah, mereka tetap memaksa masuki gedung Bareskrim. "Aparat ini pembohong semua," ucap salah satu keluarga korban di lobi Bareskrim, Jakarta, Rabu (27/9/2023).

Ketua Tim Advokasi Tragedi Kanjuruhan, Imam Hidayat menjelaskan kedatangan kliennya pada hari ini untuk membuat laporan polisi.

Sebab, sebelumnya keluarga korban telah membuat laporan soal dugaan pembunuhan dan pembunuhan berencana terkait tragedi Kanjuruhan di Polres Malang, Jawa Timur.

Namun, laporan itu dihentikan dengan alasan tidak ditemukan adanya unsur pidana sesuai dalam laporan itu. Laporan itu teregister dengan nomor LP-B/413/XI/2022/SPKT/Polres Malang/Polda Jawa Timur.

"Kita akan membuat laporan ya, laporan polisi terhadap korban tragedi kanjuruhan yang sampai ini hari belum mendapatkan rasa keadilan. Ini para keluarga korban yang datang dari Malang semua," kata Imam.

Diketahui, tragedi Kanjuruhan terjadi 1 Oktober 2022 seusai laga Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang. Sebanyak 135 orang meninggal dunia dari peristiwa ini.