Apa Itu People Pleaser dan Bagaimana Ciri-cirinya?

ERA.id - Tentunya kita menginginkan untuk selalu bisa melakukan kebaikan kepada orang lain. Namun, jika kita melakukan banyak hal dengan mengabaikan kebutuhan pribadi, pastinya akan menimbulkan dampak buruk. Perilaku inilah yang secara sederhana disebut sebagai people pleaser. Simak penjelasan di bawah ini untuk memahami lebih dalam apa itu people pleaser.

Apa Itu People Pleaser?

Menurut W. A. Gerungan Dipl. Psych., dalam buku Psikologi Sosial, manusia merupakan makhluk sosial sehingga memerlukan kehadiran orang lain dalam setiap kehidupan mereka.

Selain menemani satu sama lain, mereka juga membantu dan menolong kita ketika kita sedang dirundung kesulitan. Namun, terkadang kondisi tersebut dapat disalahpahami sebab beberapa orang terlalu mementingkan kebahagiaan orang lain daripada dirinya sendiri.

Untuk sebagian orang, mungkin beranggapan bahwa hal ini wajar saja, tetapi jika dilakukan secara terus menerus, justru dapat menyakiti diri sendiri dan perilaku ini tentunya tidak sehat.

Ilustrasi (Pixabay)

Fenomena inilah yang disebut sebagai people pleaser. Susan Newman, seorang psikolog dari Amerika Serikat mengatakan people pleaser adalah contoh masalah yang kerap terjadi di kalangan orang dewasa sebab merasa tidak enak dengan orang lain.

Seorang people pleaser lebih sering akan selalu berkata 'Ya' dan sulit menolak permintaan orang lain. Semua hal itu dilakukan agar orang lain merasa senang dengan dirinya, tetapi malah menjadikan diri sendirinya merasa dirugikan.

Dalam artikel Medical News Today yang sudah diverifikasi oleh Danielle Wade LCSW selaku penasehat medis di Colorado, mengungkapkan people pleaser sebenarnya bukanlah istilah medis.

Biasanya, istilah ini menggambarkan seseorang yang berusaha secara konsisten untuk membuat orang lain senang, dalam prosesnya seringkali mengorbankan keinginan atau kebutuhannya sendiri.

Kebanyakan orang memiliki kebutuhan untuk merasa dicintai dan dihargai. Akibatnya, banyak orang terkadang justru menyesuaikan perilakunya untuk menciptakan interaksi sosial agar lebih lancar.

Keinginan untuk membantu orang lain merupakan sifat umum pada manusia. Namun, terkadang perlu ada pengorbanan diri seperti memberikan uang, waktu, dan juga tenaga untuk sebuah tujuan. Seorang people pleaser selalu merasa harus mampu menjadi yang diinginkan orang lain.

Mereka cenderung sering mengabaikan perasaan yang sebenarnya atau selalu menyetujui untuk membantu orang lain, walaupun sebenarnya ia keberatan.

Seseorang bisa jadi merasa senang setelah menyenangkan seseorang, tetapi perasaan ini tidak bertahan lama.

Pada akhirnya, ini merugikan mereka, sebab mereka mempunyai lebih sedikit waktu untuk peduli dengan diri sendiri.

Apa Saja Ciri-ciri People Pleaser?

Di bawah ini adalah beberapa ciri-ciri orang yang people pleaser:

  • Tekanan untuk bersikap ramah, baik, atau ceria setiap saat
  • Cemas saat harus menyampaikan pembelaan
  • Tertekan karena komitmen yang mereka ambil
  • Frustrasi tidak pernah punya waktu untuk diri sendiri
  • Merasa sulit untuk menolak permintaan, selalu berkata setuju
  • Mau mengambil pekerjaan ekstra meski tidak punya waktu
  • Sering terlalu berkomitmen pada rencana, tanggung jawab, atau proyek
  • Mengatakan bahwa mereka baik-baik saja padahal sebenarnya tidak
  • Menghindari konflik atau ketidaksetujuan dengan orang lain
  • Mengikuti hal-hal yang tidak mereka sukai meski menjalani setengah hati
  • Merasa keinginan sendiri tidak penting dibandingkan dengan orang lain
  • Takut ditinggalkan atau dimarahi jika menolak saat merasa tidak berkenan
  • Sering meminta maaf untuk hal yang tidak perlu

Pola perilaku ini akan tumbuh menjadi racun pada hidup Anda. Anda mungkin memendam kebencian dan frustrasi, merasa terbebani oleh jadwal yang padat, atau kepuasan hidup berkurang sebab Anda tidak menjalankan hal-hal yang memberikan kesenangan pribadi.

Jika Anda merasakan hal-hal di atas, hendaknya jangan marah pada diri sendiri. Masih ada waktu yang dapat digunakan untuk mulai peduli terhadap diri sendiri. Namun, jika Anda merasa sulit mengendalikannya, Anda bisa mencoba untuk menjalin konsultasi dengan psikolog profesional.

Demikianlah ulasan tentang apa itu apa itu people pleaser beserta ciri-cirinya. Setelah memahami penjelasan di atas, tentunya Anda bisa mengidentifikasi diri apakah Anda termasuk seorang people pleaser. Jika benar, segeralah tentukan sikap.

Ikuti artikel-artikel menarik lainnya juga ya. Kalo kamu mau tahu informasi menarik lainnya, jangan ketinggalan pantau terus kabar terupdate dari ERA dan follow semua akun sosial medianya! Bikin Paham, Bikin Nyaman…