Setahun Tragedi Kanjuruhan, Berikut Catatan Komnas HAM untuk Seluruh Pengurus Bola Indonesia

ERA.id - Komnas HAM sampaikan beberapa rekomendasi terkait satu tahun kejadian kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, setelah tim menyelidiki kasus itu.

"Komnas HAM memberikan beberapa rekomendasi, yaitu evaluasi tata kelola persepakbolaan, audit stadion dan manajemen pertandingan, kerja sama dengan FIFA dan langkah transformasi sepak bola Indonesia," kata Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM, Uli Parulian Sihombing, Senin kemarin.

Komnas HAM juga memberikan rekomendasi kepada Polri yaitu proses penegakan hukum terhadap para tersangka serta personel kepolisian lainnya yang mempunyai kapasitas untuk bertanggung jawab dan melakukan pembiaran terhadap pelanggaran-pelanggaran aturan yang ada dalam tragedi Kanjuruhan, serta evaluasi keterlibatan aparat kepolisian dalam persepakbolaan.

Sedangkan kepada PSSI, Komnas HAM merekomendasikan untuk mengevaluasi menyeluruh instrumen PSSI agar berprioritas pada keamanan dan keselamatan, melakukan standardisasi yang substantif terhadap perangkat pertandingan, bertanggung jawab secara kelembagaan terhadap hukum dan pemulihan korban, penyusunan indikator pertandingan beresiko tinggi, dan pembinaan suporter dengan nilai-nilai hak asasi manusia.

Selanjutnya kepada PT. Liga Indonesia Baru (LIB), Komnas HAM telah memberikan beberapa rekomendasi, yaitu penghormatan prinsip dan standar hak asasi manusia, penyelenggara kompetisi yang memprioritaskan keselamatan dan keamanan, bertanggung jawab secara organisasi, serta Standardisasi dan Sertifikasi Perangkat Pertandingan.

Kemudian kepada PT. Indosiar selaku pemegang hak siar Kompetisi Liga 1, Komnas HAM telah memberikan beberapa rekomendasi, yaitu evaluasi jadwal pertandingan dengan fokus pada keamanan dan keselamatan serta intensifikasi komunikasi, dan koordinasi dengan berbagai pihak dalam pencegahan kejadian yang sama terulang kembali.

Selanjutnya kepada Arema FC, Komnas HAM memberikan dua poin penting rekomendasi, yaitu memprioritaskan keselamatan dan keamanan dalam mengikuti kompetisi termasuk untuk pertandingan berisiko tinggi dan serta melakukan upaya pembinaan terhadap suporter untuk menghadirkan pertandingan yang aman, sehat, dan bebas dari ujaran kebencian, rasisme, intimidasi, dan provokasi kekerasan.

Komnas HAM juga meminta agar seluruh langkah-langkah perbaikan tersebut dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Lebih lanjut Uli juga menekankan pentingnya komitmen bersama untuk menjaga hak asasi manusia dalam dunia sepak bola.

Keberadaan kegiatan pertandingan sepak bola, baik sebagai ruang sosial maupun sektor bisnis, harus dilakukan dengan menempatkan keselamatan manusia dan penghormatan terhadap hak asasi manusia sebagai keutamaan.

"Komnas HAM akan terus memantau dan memastikan implementasi rekomendasi yang telah kami sampaikan kepada para pihak terkait tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan Malang terus dilanjutkan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," tutur Uli.