Jalani Pengobatan Prostat di Eropa, Elite NasDem Duga Mentan SYL Stress Dituding Terlibat Korupsi

ERA.id - Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni kembali menegaskan, Menteri Pertanian (Mentan) yang juga kader partainya Syahrul Yasin Limpo (SYL) hilang kontak saat berada di Eropa. Menurutnya, SYL sedang menjalani pengobatan prostat.

"Saya sudah ceritakan bahwa yang bersangkutan ada problem kesehatan yaitu prostat. Jadi pak ketua umun (Surya Paloh) memerintahkan untuk kembali karena mungkin asumsi publik seolah-olah yang disampaikan oleh pak Wamentan hilang lah itu ngga bener," kata Sahroni di NasDem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (4/10/2023).

SYL dikabarkan hilang kontak di sela-sela tugas luar negeri di Eropa, kabar itu disampaikan oleh Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi.

Namun menurut Sahroni, SYL sudah dihubungi karena sedang menjalani pengobatan. Sehingga tak sempat mengecek ponselnya.

"Bahwa kita kan kadang HP suka ketinggalan lah atau memang keadaan kita lagi tidak memungkinkan pegang HP. Nah itulah yang mungkin menyebabkan tidak ada komunikasi," ucapnya.

Dia menduga, penyakit prostat yang diderita SYL kembali kambuh lantaran SYL kaget dan stress dengan kemunculan berita dirinya menjadi tersangka kasus korupsi di Kementerian Pertanian.

Terlebih, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga sempat menggeledah rumah dinas dan Gedung Kementan.

"Setalah penggeledahan mungkin dia dapat informasi dan akhirnya ya kita maklumin strees kali, kambuh prostatnya. Nah mungkin dia berobat untuk pemeriksaan lebih lanjut untuk menyembuhkan prostat nya dia," kata Sahroni.

Dia menjamin, SYL bukan sengaja menghilang untuk menghindari proses hukum.

"Kan kalo orang prostat ya kan susah, kasian, dia ngga bisa gerak kaya gitu. Jadi bukan karena hilang atau menghindar untuk kembali ke tanah air, engga," tegasnya.

Sebelumnya, muncul kabar Mentan SYL hilang kontak di sela-sela kunjungan kerja ke Eropa bersama sejumlah pejabat Kementerian Pertanian. Kabar itu beredar di tengah isu dirinya ditetapkan sebagai tersangka korupsi oleh KPK.

Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi menyatakan tidak mendapatkan kabar dari Menteri Pertanian dan juga belum melakukan kontak hingga saat ini