Facebook Punya War Room Buat Tangkal Hoaks Saat Pemilu

Jakarta, era.id - Amerika Serikat (AS) akan melangsungkan pemilu parlemennya, guna menangkal berita atau informasi hoaks yang terjadi saat pemilu Facebook mengumumkan telah memiliki 'War Room'. Sebuah ruangan khusus untuk memantau dan melindungi platformnya dari oknum-oknum yang akan mengacaukan jalannya pemilu dengan menyebar informasi palsu.

Hal ini telah disadari oleh Facebook, dengan melihat dinamika trafic penggunanya dalam menyebarkan informasi ke media sosial. Tak terkecuali platform-nya yang kerap kali jadi sumber informasi bohong atau hoaks.

Bagian dalam War Room Facebook/ dok. Facebook

'War Room' milik Facebook ini telah diuji coba untuk mendeteksi konten-konten hoaks pada saat pemilu di Brazil, salah satunya mengatakan kalau jadwal pemilu akan diundur karena ada protes nasional. Meski informasi itu tetap viral, namun pusat kendali kontrol itu berhasil meminimalisir penyebaran informasi di Facebook.

"Kami dengan cepat mendeteksi masalah, menetapkan bahwa ada postingan yang melanggar kebijakan kami dan menghapusnya dalam waktu kurang dari satu jam. Dan dalam dua jam, kami telah menghapus versi lain dari postingan hoax yang sama," ujar Samidh Chakrabarti, Director of Product Management, Civic Engagement Facebook diblog resmi Facebook, Minggu, (20/10/2018).

Pusat kendali informasi hoaks ini berada di kantor pusat Facebook di Menlo Park, AS. Dalam ruangan tersebut berisi lebih dari dua lusin tenaga ahli intelijen, data science, software enginnering, peneliti, komunitas, hingga tim legal.

Mereka mewakili dan didukung oleh lebih dari 20 ribu orang yang bekerja untuk keselamatan dan keamanan di Facebook. Di mana tim itu akan memantau segala informasi dan berbagai bentuk pemberitaan di jejaring media sosial baik itu Facebook maupun siaran berita tv.

"Kami tahu ketika pemilu datang, setiap saatnya jadi penting. Jadi, jika ada masalah yang baru saja kita lihat di platform, kita harus dapat mendeteksi dan menanggapi mereka secara real time, secepat mungkin," jelas Samidh seperti dikutip Tech Crunch.

"Upaya ini memberikan kami pandangan kolektif dan membantuk melacak jenis konten apa yang dapat menjadi viral," lanjutnya.

Diakui Facebook, ide 'War Room' ini memakan waktu hampir dua tahun dalam mengembangkan infestasi yang signifikan, baik dari sumber daya manusianya hingga teknologi yang digunakan. Semuanya bertujuan untuk meningkatkan keamanan pada platform Facebook dalam menghadapi dinamika selama pemilu.

 

Nantinya 'War Room' yang dihadirkan Facebook ini tak hanya digunakan di AS saja, tapi juga akan dikembangkan untuk memantau dan mencegah informasi hoaks pada saat pemilu di berbagai negara. Tak terkecuali di Indonesia yang kebetulan sedang mempersiapkan pesta demokrasinya.

Tag: facebook era melawan hoaks pemilu