Tanggapan Penonton Konser soal Coldplay Dianggap Pro LGBT

ERA.id - Sejumlah penonton konser Coldplay tidak mempermasalahkan bila grup band asal Inggris ini disebut mendukung LGBT.

"Kita hanya menyukai karyanya aja, kita nggak mempermasalahkan pribadinya kayak gimana. Karena karyanya bagus dan emang menyenangkan bagi banyak orang makanya kita suka. Jadi kita mencintai karyanya tapi bukan mencintai vokalis atau bandnya aja si," kata salah satu penonton Coldplay, Taya (21), di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat (Jakpus), Rabu (15/11/2023).

Penonton lainnya, Lia (24) menyebut orang-orang yang menonton Coldplay bukan berarti pro LGBT. Sementara Fany (23) menjelaskan kepercayaan tiap orang berbeda-beda.

Setiap manusia harus menghargai apa yang dipercaya orang lain. Warga asal Semarang ini pun menyebut konser Coldplay tak akan dibatalkan meski ada penolakan dari berbagai pihak.

Nia (21) juga tak mempermasalahkan jika Coldplay menggelar konser di Indonesia. Wanita asal Jakarta ini menilai Coldplay tidak akan melakukan tindakan-tindakan yang memunculkan kontroversi dalam konsernya seperti yang dilakukan The 1975 ketika di Malaysia.

"Seperti waktu The 1975 itu kan, konser itu langsung diberhentikan di Malaysia itu. Kalau belum ada tindakan-tindakan yang seperti itu menurut saya sendiri ngapain gitu (melakukan penolakan) buang-buang waktu. Karena juga Coldplay sudah tahu peraturan di Indonesia kayak gimana," ujar Nia.

Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto menyebut promotor konser grup band Coldplay memastikan tidak akan ada bendera atau atribut LGBT di GBK.

"Memang dari awal sebenarnya, panitia sudah sepakat karena isu LGBT kan sensitif di lingkungan masyarakat, jadi sudah nggak ada," kata Karyoto di Pintu 10 GBK, Jakpus, hari ini.

Jenderal bintang dua Polri ini menjelaskan tidak ada massa Gerakan Nasional Anti (GRANATI) yang sweeping ke dalam GBK. Promotor juga sudah melakukan pertimbangan-pertimbangan agar konser Coldplay ini berjalan dengan aman dan nyaman.

"Karena memang mereka juga sudah nggak ada. Dari awal dengan adanya ini, itu merupakan pertimbangan-pertimbangan, dan dia juga nggak bawa bendera-bendera, ya," ucapnya.