Jelang Nataru Kasus Covid-19 Meningkat di Jawa Timur, Surabaya Waspada

ERA.id - Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), kasus Covid-19 di Jawa Timur mengalami peningkatan. Informasi yang dihimpun Era.id, data terakhir dari Satuan Tugas (Satgas) Covid Jawa Timur (Jatim), tercatat terdapat 36 kasus peningkatan Covid-19 per Minggu ini.  Untuk tingkat keterisian rumah sakit juga mencapai 0,6 persen.

Khusus Kota Surabaya, tercatat melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) dalam kurun waktu satu minggu terakhir, kasus harian mencapai rata-rata 10-12 kasus.

Kepala Dinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan temuan kasus tersebut sebagian besar hanya bergejala ringan dengan proses penyembuhan rawat jalan. Meski begitu pihaknya tetap waspada dari lonjakan kasus.

"Rata-rata pasien terpapar sudah vaksin primer. Kemudian untuk rawat inap masih terkendali sampai dengan saat ini, tetapi kami tetap siaga dan waspada," kata Nanik, Kamis (14/12/2023).

Ia menyampaikan pasien yang terkena kasus Covid-19 di Surabaya rata-rata secara imunitas, terbilang cukup baik yang dibuktikan dengan CT Value (Cycle Threshold Value) dengan rata-rata di atas 30.

"Tiap minggu kami juga tetap melakukan monitoring dan evaluasi. Yakni, evaluasi terhadap potensi risiko di masing-masing wilayah juga tetap dilakukan," ujarnya.

Menurutnya, gejala yang dialami oleh pasien terindikasi Covid-19 hampir sama dengan sebelumnya, seperti mengalami batuk, pilek, nyeri telan, demam, dan nyeri otot. Meski demikian, rata-rata herd immunity masyarakat sudah terbentuk lebih dari 70 persen.

Akan tetapi, Nanik mengingatkan bahwa masyarakat tidak boleh lengah terhadap risiko penularan Covid-19, khususnya para pelaku perjalanan luar negeri.

"Itu sebetulnya adalah gejala khas yang ada pada penyakit ISPA atau Influenza. Tetapi ini menjadi bentuk kewaspadaan kita bersama, ketika ada gejala yang mengarah pada Covid-19, sebaiknya ke Fasyankes untuk difasilitasi pemeriksaan PCR. Kita siap untuk melakukan pemeriksaan tersebut," pungkasnya.

Laporan: Puan Ramadhan/ Surabaya