Nekat Gandol Truk Demi Ingin Berenang di Sungai Madura, 37 Anak Surabaya Diamankan

ERA.id - Puluhan anak asal Surabaya nekat melakukan aksi berbahaya menggandol atau menebeng truk demi mendatangi pulau seberang Madura, Jawa Timur.

Namun, aksi nekat sebanyak 37 anak tersebut berhasil diamankan oleh pihak kepolisian saat sedang bertugas menghadang truk yang melintasi Jembatan Suramadu ke Bangkalan, Madura, pada Jumat (15/12/2023) malam.

Saat menginterogasi anak-anak itu, Kasi Perlindungan Anak dan Lansia Dinas Sosial (Dinso) Bangkalan, Nurul Fauziyah menyebut 37 anak ini ternyata dari arah Surabaya ke Madura hanya ingin berenang di Sungai.

“Saat berada di Dinas Sosial Bangkalan, kami tanya maksud mereka datang kesini apa. Ternyata mereka ingin berenang di sungai yang terletak di Madura,” kata Nurul, kepada ERA.id, Sabtu (16/12/2023).

Nurul pun langsung menghubungi sekaligus berkoordinasi kepada Dinsos Surabaya untuk menangani lebih lanjut terhadap puluhan anak itu. Disarankan, mereka pun diserahkan ke Kantor Satpol PP Surabaya.

“Saya telepon Dinsos Kota Surabaya, untuk menanyakan bagaimana cara memulangkan anak-anak ini. Untuk kasus seperti ini sering saya temui di Bangkalan, tidak hanya puluhan bahkan ratusan anak,” ujarnya.

Menurutnya, aksi nekat anak-anak menggandol truk itu sangat membahayakan. Ia meminta Pemerintah Kota di Surabaya untuk membina anak-anak yang seperti ini.

“Hal seperti ini membahayakan, karena mereka ini masih anak sekolah. Jadi saya minta kebijksanaan dari Kota Surabaya bagaimana anak-anak ini bisa diberi pembinaan dan bersekolah kembali,” ungkapnya.

Ditempat berpisah, Kepala Satpol PP Surabaya M Fikser menyampaikan pihaknya akan memanggil orang tua dari puluhan anak itu dan dibina oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB), guna melakukan outreach.

“Kita akan data mereka, kita panggil orang tuanya supaya orang tuanya memperhatikan anak-anak mereka. Jadi kalau anak belum pulang, seharusnya orang tua cari mereka dan menjadi tanggung jawabnya orang tua. Keterlibatan orang tua sangat penting untuk anak,” kata Fikser.

Tak hanya itu, guna meningkatkan perhatian lebih kepada anak yang terjaring, Satpol PP juga menghubungi pihak sekolah agar pihak sekolah dapat mengetahui kondisi anak didik mereka.

“Kami akan lakukan pembinaan supaya anak-anak ini tidak melakukan aksi itu kembali. Kami juga akan cek siapa saja anak-anak yang pernah terjaring sebelumnya dan yang belum pernah terjaring,” ucapnya.

Lebih lanjut Fikser menyampaikan bahwa pihaknya tidak memberikan sanksi untuk efek jera terhadap puluhan anak itu. Sebab, mereka masih dibawah umur.

“Mereka anak kecil jadi tidak perlu diberikan efek jera, kita lebih kepada memberikan pembinaan karena peran sekolah dan orang tualah yang harus diperhatikan,” tuturnya.

Meski begitu Fikser berharap, masyarakat untuk ikut terlibat dalam mengawasi aksi berbahaya yang dilakukan anak-anak tersebut. Ia meminta masyarakat menginformasikan kepada petugas jika menemukan kejadian serupa.

“Jika masyarakat menemui hal tersebut bisa menghubungk kami ke command center 112, maka kami akan datang dan segera membantu,” pungkasnya.