TKN Sebut Prabowo Terima Langsung Pejuang PPP Saat Sowan ke Kertanegara

ERA.id - Sejumlah kader Pejuang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) datang ke rumah calon presiden (capres) Prabowo Subianto di kawasan Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (10/1/2024) hari ini, untuk memberi dukungan.

Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Rosan Roeslani menyebut Prabowo menerima langsung para mantan kader PPP ini.

"Dan allhamdulilah hari ini (Pejuang PPP) diterima langsung oleh Bapak Prabowo dan juga mendengarkan dukungan dan aspirasinya sehingga ke depannya pejuang kita ini bisa bersama-sama karena ini adalah separuh dari koalisi dan bisa memberikan lebih semangat tentunya," kata Rosan di depan rumah Prabowo, Jalan Kertanegara, Jaksel, Rabu (10/1/2024).

Rosan menyebut kehadiran Pejuang PPP membawa energi positif untuk Prabowo-Gibran. Bergabungnya Pejuang PPP akan membawa Indonesia lebih baik lagi ke depannya.

Di tempat yang sama, mantan Wakil Ketua Majelis PPP sekaligus Koordinator Nasional Pejuang PPP, Witjaksono menyebut selain memenangkan Prabowo pada Pilpres 2024, pihaknya menargetkan PPP mendapat suara 5-6 persen di Pemilu Legislatif 2024. 

Paling minimal, PPP mendapat suara 4 persen agar melewati ambang batas suara atau parliamentary threshold (PT).

"Kalau target kita tetap, kita antara 5 sampai 6 persen di mana basis massanya kita dari PPP sekarang memang kurang lebih 5 atau 6 persen. Dengan target itu pula makanya PPP kita yakin, kita akan lolos di parlemen untuk minimal 4 persen di PT-nya," ujar Witjaksono.

Dia pun berharap Prabowo-Gibran akan menang satu putaran pada Pilpres 2024.

Sebelumnya, Plt Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono mengatakan penyusup selalu ada di manapun termasuk di internal partainya. Dia mengibaratkan seperti pencuri sendal pun ada di masjid.

"Penyusupan di mana-mana itu ada. Jangankan di sebuah organisasi. Kadang-kadang salat Jumat di masjid ada yang mencuri sendal. Jadi tipe-tipe orang seperti itu di mana pun ada," kata Mardiono merespon adanya 'Pejuang PPP', di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (3/1).

Terlebih, mereka yang disebutnya sebagai penyusup itu baru bergabung dengan PPP selama tujuh bulan. Bahkan, mereka pun diyakini tak pernah membaca dan memahami anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai.

Oleh karena itu, dia pun heran kenapa mereka begitu percaya diri menamakan gerakannya sebagai pejuang. Meski begitu, dia memastikan para kadernya yang membelot itu sudah dipecat dan dicabut keanggotaannya.

"Tetapi alhamdululillah, karena Allah masih sayang dengan PPP, maka dia tunjukan lebih cepat," ucapnya.