Masih Tertinggal, Inilah Tantangan Talenta Digital Bagi Generasi Muda

ERA.id - Kemajuan digitalisasi mengubah cara seseorang untuk bisnis, pendidikan hingga kegiatan sehari-hari. Perkembangan digital mengubah kebiasaan generasi muda. Sayangnya, talenta digital Indonesia masih tertinggal. 

Founder & CEO Dicoding, Narenda Wicaksono mengungkapkan tantangan talenta digital bagi generasi muda. Menurutnya, tantangannya adalah generasi muda harus lebih berkembang dan mengikuti pesatnya digitalisasi.

"Tantangan talenta digital adalah teknologi berkembang cepat," ujar Narenda Wicaksono, saat ditemui di Capital Place, Jalan Gatot Subroto, Jalan Kuningan Barat Raya, Jakarta Selatan pada Selasa (23/1/2024).

Narenda Wicaksono (Foto: Era.id/Adelia)

Selain itu, Dicoding Indonesia juga menekankan agar kurikulum pembelajaran selalu terkini dan berkomitmen guna mendukung kemajuan digital Indonesia.

"Kita melebihi kurikulum jadi setiap bulan selalu diupdate, terus juga berkomitmen tinggi," lanjutnya.

Sementara itu, Narenda menyebutkan data dari Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2022 menunjukkan bahwa sumber daya manusia yang dibutuhkan pada sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Indonesia pada tahun 2025 diprediksi mencapai hampir dua juta orang. 

Hal ini guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang berpotensi akan mencapai US$110 miliar pada tahun 2025 menurut Laporan Google,Temasek,dan Bain pada tahun 2023. 

Oleh karena itu, pada tahun 2023, Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia menetapkan agenda transformasi digital nasional yang mencakup tiga fase. 

Yang pertama adalah prepare (perbaikan pondasi digital dasar guna memastikan masyarakat siap bertransformasi), lalu fase transform (percepatan transformasi guna menciptakan masyarakat dan bisnis yang cerdas), serta fase lead (menetapkan standar dalam teknologi inovasi di masa mendatang).