Umi Pipik Bangga Pilih AMIN Meski Kalah, Anggap Kemenangan Prabowo Ditopang Kecurangan

ERA.id - Pendakwah Umi Pipik tetap memilih paslon nomor 01, Anies Baswedan dan Cak Imin, meski kalah dari hasil hitung cepat atau quick count Indikator Politik Indonesia. Umi Pipik menganggap Prabowo menang lantaran ada kecurangan dan settingan.

Umi Pipik merasa bahwa Prabowo-Gibran menang karena settingan. Kemenangan paslon nomor urut 02 ini sudah diatur sedemikian rupa. Namun, ia tetap bangga dengan pilihannya, Anies Baswedan - Cak Imin.

"Kalaupun ada kecurangan dan ketidakjujuran, dan kalaupun Prabowo sudah di-setting untuk menang," tulis Umi Pipik di Instagram stories-nya, dikutip dari akun gosip @gossipnesia.

"Saya pribadi tetap bangga dengan pilihan saya, setidaknya menjadi saksi saya di akhirat kepada siapa saya memilih," lanjutnya.

Mantan istri mendiang ustaz Jefri Al Buchori ini mengatakan Anies Baswedan - Cak Imin mempunyai sifat STAF, yakni Siddiq, Tabligh, Amanah dan Fathonah.

"Pemimpin yang ber-STAF. S: Sidiq (jujur), T: tabliq (menyampaikan kebenaran), A: amanah (bisa dipercaya), F: fathonan (cerdas)," katanya.

Unggahan itu dibanjiri respon netizen. Mereka ramai-ramai menghujat Umi Pipik.

"Malu sama cadar Bu pipik..anda ngmong kaya gitu berarti anda tidak percaya SMA anggota kpps saksi dan bawaslubyang kerja dari pagi sampe ktmu pagi lagi," tulis akun @pyanz****

"Mana ada rasullullah menjatuhkan orang di depan semua orang, dan menilai rendah sampe pake angka yang gk masuk akal?," tanya akun @azizahdeang*****

"Sebagai muslim maaf sya keberatan seoarang anies di samakan dgn Rasullah Saw,maaf sya mungkin msh miskin ilmu agama tp sya paham betul Rasullah Saw tdk menyebarkan kebencian dan memecelah belah umatnya," komentar akun @mamacilla****

"Yg mana sifatnya mirip Rasulullah... Menghina Paslon lain? Omongannya slalu berubah"? Hanya demi kekuasaan bersikap seperti bunglon." kata akun @er****

Dari hasil hitung cepat yang mencapai 99,95 persen, pasangan  Prabowo-Subianto dan Gibran Rakabuming Raka mendominasi kemenangan. Prabowo-Gibran hanya kalah di tiga provinsi dari 38 provinsi yang ada di Indonesia, yakni Aceh, Sumatera Barat, dan Papua Pegunungan.