Salah Sebut Pancasila untuk Prabowo yang Sudah Tua

Jakarta, era.id - Dunia maya diramaikan dengan viralnya video yang menampilkan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto berpidato dalam acara deklarasi Komando Ulama Pemenangan Prabowo-Sandi (Koppasandi) di GOR Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam pidato tersebut, Prabowo sempat salah menyebut butir keempat Pancasila.

Terkait hal tersebut, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menanggapi santai. Kata dia, wajar bagi seseorang yang telah berusia 68 tahun memiliki masalah dalam mengingat. Lagipula, Ferdinand mengaku yakin, Prabowo enggak sebenar-benarnya lupa dengan butir keempat. Kesalahan itu, kata dia paling-paling cuma karena Prabowo keseleo lidah saja.

“Saya belum nonton itu video, saya belum tahu. Tapi, hal seperti itu tidak jadi masalah. Namanya seorang manusia, itu usianya semakin beranjak ya. Pak Prabowo itu sekarang memasuki usia 68 (tahun),” kata Ferdinand saat dihubungi era.id, Jumat (9/11/2018).

Ferdinand juga meminta masyarakat enggak mempermasalahkan hal tersebut. Bukan apa-apa, menurutnya yang penting bukan cuma mengingat butir per butir isi Pancasila, tapi memaknai sungguh-sungguh setiap butirnya. Dan Ferdinand yakin, Prabowo adalah salah satu pengamal nilai-nilai Pancasila paling ulung di seluruh negeri.

“Perlu dipahami bahwa kalau hanya kesalahan menyebut antara kerakyatan dan kemanusiaan itu kan tidak mengubah makna yang subtansinya. Tetapi, harus dilihat bahwa beliau ini usia pun semakin bertambah. Jadi, kalau ada kekeliruan atau salah begitu wajar,” jelasnya.

Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat ini juga meyakinkan masyarakat, Prabowo adalah pemimpin yang pancasilais. Dan tekad Prabowo mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam program-programnya, kata Ferdinand amat besar. Dan baginya, itulah hal yang terpenting.

“Yah itu kan masalah kekeliruan yang kecil sekali, yang penting sekarang ini adalah kebijakannya pemikirannya pancasilais atau tidak. Jangan bicara saya Pancasila tapi kebijakannya tidak pancasilais malah liberalis ini tidak boleh,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ferdinand malah menyinggung kubu lawannya, Joko Widodo (Jokowi) Cs. Kata Ferdinand, Prabowo tetap lebih baik dari Jokowi yang kepemimpinannya ia sebut jauh dari nilai-nilai Pancasila. 

“Ngapain sih dipikirin yang begitu? Enggak penting banget. Yang penting kebijakannya, orangnya, pikirannnya harus pancasilais. Tidak boleh asal teriak pancasilais, tetapi kebijakannya liberalis seperti Jokowi sekarang. Mana yang lebih berbahaya, salah ucap, salah ketik, atau yang kebijakan berlawanan dengan Pancasila,” ucapnya.