Ustaz Syafiq Riza Basalamah Ditolak Ansor di Surabaya, Ini Kata Pengurus Masjid

ERA.id - Pengurus Yayasan Masjid Assalam Purimas angkat suara terkait penolakan pengajian yang diisi ustaz Syafiq Riza Basalamah oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Gunung Anyar, pada Kamis (22/2/2024) lalu.

Diketahui penolakan itu karena pihak Ansor tidak setuju kajian dari Ustaz Syafiq Basamalah tersebut diduga akan menyampaikan ceramah radikal yang dapat memecah belah kelompok.

Menanangapi itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Masjid Assalam, Ibnu Arly mengatakan dirinya tak ingin menilai tudingan radikal terhadap ustaz populer tersebut. Menurutnya, hanya masyarakat lah yang bisa menyimpulkannya.

"Saya kira sekelas Ustaz Syafiq yang sudah lebih populer, mungkin masyarakat yang lebih tahu dan bisa menilai. Ustaz Syafiq itu apakah termasuk golongan itu (radikal) apa bukan," kata Ibnu Arly kepada awak media, Jumat (23/2/2024).

Ibnu juga menilai tuduhan Ansor terhadap Ustaz Syafiq karena sebagai penceramah radikal dan memiliki kaitan dengan organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu benar atau tidak.

"Jadi ya lebih baik kita serahkan kembali ke masyarakat Muslim," ucapnya.

Terlebih lagi, masyarakat juga bisa dengan mudah melihat ceramah Ustaz Syafiq di media Youtube dan media sosial. Sehingga, bila memang benar ada ucapan yang radikal, maka ia meminta hal itu untuk dibuktikan.

"Karena kan untuk melihat ceramah Ustaz Syafiq itu gampang sekali hari ini, bisa dilihat di Youtube, di media sosial. Kalau memang ada kalimat, kata-kata yang dimaksud ya silakan bisa di-share kan mudah sekarang ini kan," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Ketua PAC GP Ansor Gunung Anyar Surabaya Asyiqun Nahdli menegaskan alasan pihaknya menolak pengajian karena tak ingin wilayah Gunung Anyar terpecah belah dengan kehadiran ustaz yang dianggapnya dari kelompok memecah belah.

"Ustadz Riza Syafiq Hasan Basalamah terindikasi radikal, sedangkan wilayah gunung anyar merupakan lumbung pesantren gudangnya ulama dengan karakter nahdliyin," tegasnya.