Detik-Detik Longsor Maut Guncang Luwu, Pj Gubernur Sulsel Bahtiar Berduka

ERA.id - Penjabat Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, berduka dengan adanya bencana longsor yang menelan korban jiwa di jalan Desa Bonglo, Kecamatan Bastem Utara, Kabupaten Luwu, Senin kemarin.

Ia mengatakan, upaya mencakup langkah-langkah tanggap darurat, koordinasi dengan instansi terkait, serta upaya rehabilitasi dan penanganan bencana, telah dilakukan lewat berkoordinasi dengan Kepala Dinas Badan Penanggulangan Bencana (BPBD), (Pj) Bupati Luwu, Pak Saleh, kemudian Pj Wali Kota Palopo.

Langkah-langkah untuk mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh tanah longsor, serta menjaga keselamatan masyarakat sekitar, juga dilakukan. "Karena itu jalan akses terputus dan itu tadi Dinas PU, dan Dinas Sosial Provinsi. Memastikan dikerjakan supaya akses terputus ini segera bisa diatasi dan alat-alatnya yang terdekat dikerahkan," ujarnya.

Dalam situasi darurat ini, Bahtiar juga ikut memastikan bantuan cepat tiba di lokasi. "Jadi saya juga pantau terus. Kita harus memastikan sembako masyarakat jangan sampai terganggu disalurkan," imbuhnya.

Selanjutnya, ia meminta bupati, secara administratif untuk menetapkan kondisi tanggap darurat, agar dapat menggunakan fasilitas anggaran yang tersedia.

Dari kejadian ini, empat orang ditemukan tewas dan 10 lainnya selamat. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan jika tim gabungan terus mencari korban di lokasi kejadian.

Menurutnya, setelah hujan dengan intensitas tinggi di segmen tebing dengan struktur tanah yang labil, membuat material longsor dari sisi bukit menimpa pengendara kendaraan yang sedang melintas.

Mobilitas warga Kecamatan Bastem Utara juga terhenti sementara waktu karena akses jalan poros Desa Bonglo terputus akibat timbunan material longsor. "Longsor diperkirakan juga menimbun setidaknya 15 unit motor dan dua unit mobil, dengan panjang jalan tertimbun lebih kurang 100 meter," katanya, Selasa (27/2).

Berdasarkan data yang dikeluarkan Basarnas Makassar, berikut nama-nama korban yang berhasil diidentifikasi:

Korban meninggal

1. Emilia (Nama Lengkap belum diketahui), 20 tahun, bidan, Dusun Tambunan, Desa Tongkonan.

2. Miskawati, 24 tahun, swasta, Dsn. Limbong, Desa Dampan.

3. Wanto, 22 tahun, swasta, Dsn. Dampan, Desa Dampan.

4. Mariama Patakdungan, 57 tahun, guru honorer, Desa Karatuan.

Korban selamat

1. Firdaus, 19 tahun, swasta, Dsn. Langda, Desa Tede. Korban dibawa ke puskesmas pembantu.

2. Markus Toding Allo, 43 tahun, petani, Dsn. Langda, Desa Tede. Korban dibawa ke puskesmas pembantu.

3. Seni, 34 tahun, swasta, Desa Pantilang. Korban dirujuk ke RS Toraja.

4. Mardiana, 60 tahun, swasta, Desa Bonglo. Dirujuk ke RS Atmedika Palopo.

5. Delman, 19 tahun, swasta, Desa Barana. Dibawa ke Puskesmas Pembantu.

6. Ririn, 31 tahun, bidan, Jl. Pongsimpin, Kota Palopo. Rujuk ke RS Palopo.

7. Lilis, 30 tahun, farmasi, Desa Se’pon, Kecamatan Lamasi. Dibawa ke Puskesmas Pembantu.

8. Nirwana, 37 tahun, bidan, Kelurahan Pajalesang, Kota Palopo. Dibawa ke Puskesmas Pembantu.

9. Wahab Busa, 19 tahun, swasta, Desa Uraso. Rujuk ke RS Toraja.

10. NN Identitas belum diketahui (warga melihat korban pergi).

Pencarian korban yang masih tertimbun dilanjutkan pada pagi ini, Selasa (27/2/2024). Hingga saat ini, diduga masih ada 20-an orang yang belum ditemukan di lokasi longsor.