Serba-Serbi Kontroversi Heru Budi: Dari Kampung Bayam hingga KJMU

ERA.id - Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak baru digelar 27 November nanti. Hingga saat ini, banyak daerah berada di bawah kepemimpinan penjabat (pj) kepala daerah yang dipilih pemerintah. Salah satunya, Jakarta. Warga ibu kota ini masih harus bersabar dipimpin Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dengan segala kontroversinya sampai Pilkada 2024.

Presiden Joko Widodo mengangkat Heru sebagai penjabat gubernur pada 17 Oktober 2023, menggantikan Anies Baswedan yang sudah habis masa jabatannya. Baru beberapa bulan menjabat, mantan Kepala Sekretariat Presiden itu sudah berkali-kali jadi bahan omong-omong warga Jakarta. Terakhir, nama Heru jadi trending topic di media sosial gara-gara banyak mahasiswa curhat beasiswanya dicabut sepihak. 

Perlu diketahui, Pemprov DKI Jakarta punya program yang namanya Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), yaitu bantuan dana pendidikan bagi warga tidak mampu. Penerima beasiswa ini mendapat dana Rp1,5 juta per bulan atau Rp9 juta per semester. 

Usut punya usut, di masa Heru, anggaran KJMU disebut-sebut dipangkas nyaris setengahnya. Dari sebelumnya Rp782 miliar menjadi Rp470 miliar.

“Yang jadi masalahnya anggaran KJMU diturunkan, makanya waktu rapat badan anggaran (banggar) kita sempat protes," kata anggota Komisi E DPRD DKI, Ima Mahdiah, Rabu (6/3/2024). Gara-gara itu, banyak penerima KJMU tiba-tiba tak lagi mendapat beasiswa. 

“Dari total 19 ribu jadi 7.900 yang dapat karena diturunkan kuotanya," tambah Ima.

Heru berdalih ada sinkronisasi data agar penyaluran beasiswa lebih tepat sasaran. Ia bilang beasiswa itu sifatnya selektif, tidak kontinu, dan disesuaikan berdasarkan pemeringkatan kesejahteraan mahasiswa.  

"Kalau yang sudah berjalan tidak ada yang distop, tapi sesuai syarat," katanya di Balai Kota DKI, Rabu (6/3/2024).

Perihal ini, Ima menyalahkan Pemprov DKI yang tidak cermat melakukan pendataan sejak awal. Ia menegaskan seharusnya penerima KJMU tidak perlu mendaftar setiap tahun dan otomatis berlanjut hingga lulus.

"Kalau mau pendataan ya di semester pertama, bukan di tengah jalan dipotong," tegas Ima.

Hingga Jumat (8/3/2024), tagar #KJMU masih viral di X dan nama Heru selalu dikait-kaitkan. Sementara sang penguasa Jakarta itu terus membantah isu soal pengurangan anggaran KJMU sebagai biang kerok pemotongan kuota beasiswa. 

Heru menegaskan KJMU akan tetap berjalan seiring dengan pemadanan data. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi DKI akan mengecek data pajak dari setiap orang tua mahasiswa dan kelayakan penerima.

"Jadi, mahasiswa tetap lanjut saja belajar, kita yang akan proses pemadanan datanya," ucap Heru.

Nantinya, apabila calon penerima KJMU tidak layak untuk mendapatkan beasiswa karena mampu secara finansial, maka anggaran KJMU itu akan dialihkan kepada mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.

Selain isu pencabutan beasiswa, banyak aksi Heru yang kerap dianggap kontroversial, mulai dari berbagai upayanya menghapus jejak Anies di Jakarta hingga foto muka Heru yang bertebaran di halte-halte dan dianggap merusak pemandangan. Mau tahu selengkapnya? Simak di sini.

Mengganti Orang-orang Anies dalam Pemerintahan

Heru mencopot sejumlah pejabat tinggi di pemerintahan Jakarta setelah menjadi pj gubernur. Ia juga merombak jajaran direksi dan komisaris di beberapa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), mulai dari PT MRT Jakarta, PT Jakarta Propertindo, hingga PT LRT Jakarta.

Sembilan hari setelah menjabat, Heru mengganti Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta Mohamad Aprindy dengan Tuhiyat yang sebelumnya merupakan Direktur Utama PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Heru juga mengganti Komisaris Utama (Komut) PT MRT Jakarta Muhammad Syaugi dengan Dodik Wijanarko. Heru sekaligus mengangkat lagi mantan Dirut MRT Jakarta William P Sabandar, yang sempat diganti Anies, menjadi jajaran komisaris.

Heru lalu mencopot Tatak Ujiyati dari komisaris PT LRT Jakarta pada 24 November. Sebelumnya, Tatak merupakan mantan anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) di era Anies.

Pada tanggal 28 November 2023, Heru merombak direksi PT Jakarta Propertindo. Ia mencopot Widi Amanasto dari direktur utama dan memasukkan Iwan Takwin sebagai gantinya. Sejumlah dewan direksi juga dicopot dan digantikan dengan orang-orang baru.

Di lingkungan pejabat pemerintahan, Heru mengganti Bendahara Daerah Edi Sumantri dengan Michael Rolandi Cesnanta Brata pada 10 November. Lalu pada 2 Desember, Heru mencopot Sekretaris Daerah (Sekda) Marullah Matali yang sebelumnya dicalonkan DPRD DKI Jakarta sebagai pj gubernur dan menggantinya dengan Uus Kuswanto.

Branding Sukses Jakarta untuk Indonesia

Di masa Anies, Jakarta terkenal dengan branding +Jakarta atau PlusJakarta. Slogannya singkat: Kota Kolaborasi. Berganti ke Heru, branding Jakarta dipermak jadi “Sukses Jakarta untuk Indonesia” dengan logo yang old school alias jadul.

Anies menjelaskan bahwa slogan “Kota Kolaborasi” bertujuan untuk mengajak para pegiat ikut berkolaborasi membangun Jakarta sebagai kota global. 

City branding ini nampaknya kecil, tapi ini akan punya implikasi besar pada apa yang menempel pada orang-orang Jakarta,” ujarnya saat paparan city branding, Rabu (22/1/2020).

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik DKI Jakarta Raides Aryanto menjelaskan slogan baru “Sukses Jakarta untuk Indonesia” dibuat untuk mendukung perpindahan Ibu Kota Nusantara (IKN) ke Kalimantan Timur.

"Tidak ada logo baru menggantikan logo PlusJakarta. Namun, terkait dengan slogan ‘Sukses Jakarta untuk Indonesia’, Pemprov DKI Jakarta akan mempersiapkan Surat Keputusan (SK) Gubernur untuk penggunaan slogan tersebut ke depannya," ujarnya, Senin (12/12/2022).

Adapun juru bicara PKS Muhammad Iqbal menyayangkan penggantian slogan tersebut.

"Apa yang dilakukan Pj Gubernur DKI adalah kebijakan yang tidak substansi dan asal beda saja, terkesan ingin menghapus jejak Gubernur Anies Baswedan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (12/12/2022).

Halangi Warga Huni Kampung Susun Bayam

Warga Kampung Bayam terdampak penggusuran proyek pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) tahun 2019. Pada April 2022, PT Jakarta Propertindo (JakPro) lalu mengadakan sosialisasi pembangunan Kampung Susun Bayam sebagai hunian baru yang disiapkan Pemprov DKI kepada warga terdampak. 

Kampung Susun Bayam selesai dibangun dan diresmikan pada 12 Oktober 2022 semasa Anies Baswedan. Selang seminggu kemudian, Persaudaraan Warga Kampung Bayam (PWKB) meminta kepada JakPro dan Pemprov DKI agar warga dapat mulai menempati unit. Sayangnya, hingga hari ini, eks warga Kampung Bayam belum mendapat hak mereka.

JakPro dengan enteng bilang kalau Kampung Susun Bayam bukan diperuntukkan bagi warga, melainkan hunian pekerja JIS. 

"Hunian Pekerja Pendukung Operasional (HPPO) Jakarta International Stadium (JIS) merupakan bagian dari proses penataan Kawasan Olahraga Terpadu yang terletak di Jakarta Utara," kata JakPro melalui keterangan resmi, Sabtu (27/1/2024). 

Mereka meminta warga Kampung Bayam menempati rumah susun (rusun) lain yang telah disediakan Pemprov DKI, seperti Rusun Nagrak dan Pluit. JakPro mengancam warga yang memasuki Kampung Susun Bayam secara ilegal akan dibawa ke penegak hukum.

Sebelumnya, Heru juga meminta warga yang masih menempati Kampung Susun Bayam pindah ke Rusun Nagrak atau Pasar Rumput, sambil menunggu pembangunan rusun baru di Priok setahun ke depan.

"Sambil menunggu ini, silakan warga memilih tempat yang sangat baik itu di Nagrak mungkin juga di Pasar Rumput," ucap Heru, Rabu (24/1/2024). 

Padahal, menurut Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, warga Kampung Bayam berhak menempati Kampung Susun Bayam berdasarkan Surat Wali Kota Jakarta Utara Nomor e-0176/PU.04.00 perihal Data Verifikasi Warga Calon Penghuni Kampung Susun Bayam.

Heru Budi All Around You

Pada masa Pemilu 2024, potret wajah Heru makin sering terlihat di jalan-jalan dan memenuhi halte-halte Jakarta. Penampakan wajah itu hingga di tahap bikin muak warganet.

Ini Heru ngapain dah kerjaannya??? jobdescnya cuma masang poster ajakah?” tulis akun X @izpeezy.

Heru tidur mulu dari 2022, bangun cuma buat nempel poster mukanya di semua tempat publik,” sambung akun @jjknineseven.

Poster Heru Budi ngerusak estetika kota,” tambah akun @namakubaim.

Berdasarkan pemantauan di lapangan selama masa kampanye, stiker berwajah Heru dapat ditemukan di beberapa halte Transjakarta seperti di Halte Balai Kota DKI, Jakarta Pusat. Stiker-stiker itu bertulisan pesan pemilu: Pilihan Cerdas, Pemilu Aman, Indonesia Kuat.

Meskipun sering dimarahi warganet gara-gara jumlah fotonya yang berlebihan, Heru tetap dapat dukungan dari pejabat Pemprov DKI. Sekretaris Daerah DKI Jakarta Joko Agus Setyono justru mempertanyakan balik orang-orang yang memprotes stiker Heru.

“Masalahnya apa sih? Estetika siapa yang menilai? Kalau saya menilainya enggak merusak kok,” ujar Joko di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (12/1/2024).

Menurut Joko, spanduk dan stiker yang terpasang di banyak titik itu sebagai pengingat masyarakat untuk menyukseskan Pemilu 2024. 

“Itu kan mengucapkan selamat pemilu, toh? Ya kan kita harus mendukung pemilu dengan imbauan, masalahnya di mana?” ucap Joko.