Hottest Issue Pagi, Selasa 13 November 2018

Jakarta, era.id - Selamat pagi, selamat beraktivitas tim redakasi era.id telah menyajikan sejumlah artikel menarik untuk mengawali pagi anda. Mulai dari kabar soal pembahasan kartu nikah di DPR, imbauan agar tak melibatkan anak-anak dalam kampanye, sampai soal kembalinya Merpati Airlines yang akan mengudara.

1. DPR Bahas Kartu Nikah

Mulai tahun 2018 ini, orang yang menikah akan mendapatkan kartu nikah. Komisi VIII DPR yang membidangi agama dan sosial merespons positif penggunaan kartu nikah tersebut. Wakil Ketua DPR Komisi VIII Ace Hasan mengatakan, kartu nikah bisa dibilang sebagai terobosan dari Kemenag terkait pelayanan. 

“Itu kebijakan yang sudah dibicarakan di Komisi VIII dan pernah disampaikan oleh Menteri Agama di dalam rapat Komisi VIII. Kami menyatakan mendukung terhadap kebijakan tersebut dan menyambut positif,” ungkap Ace kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (12/11/2018).

Alasan mengapa Komisi VIII DPR menyetujui penggantian buku menjadi kartu nikah adalah kartu nikah dianggap lebih mudah dibawa kemana pun pasangan suami istri bepergian atau saat mengurus hal lainnya yang membutuhkan syarat buku nikah.

Baca Juga: Wacana Kartu Nikah Siap Digodok DPR

Sejuta kartu nikah akan dibagi ke berbagai wilayah Indonesia, namun untuk 2018 ini, yang menjadi prioritas adalah di kota-kota besar seperti Jakarta, Banduung, Yogyakarta, Semarang, dan kota-kota besar lainnya. 

Terbitan pertama kartu nikah dimulai pada akhir November 2018. Mereka yang menikah akan mendapat buku serta kartu nikah. Suami dan istri masing-masing mendapat satu kartu nikah. Adapun untuk 2019 nanti, pemerintah menargetkan mencetak 2 juta kartu nikah.

2. Jangan Libatkan Anak Saat Kampanye

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memanggil kedua tim kampanye pasangan capres dan cawapres, baik dari kubu Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dalam pertemuan itu, kedua timses sepakat untuk tidak melibatkan anak-anak dari segala bentuk kegiatan politik terutama kampanye pada Pemilu 2019.

"Partai politik pernah berkomitmen mengusung program perlindungan anak, karena isu anak merupakan penentu masa depan bangsa. Hari ini kita sepakat bahwa timses terus mengawal bagaimana penyalahgunaan anak dalam politik bisa dicegah," tutur Ketua KPAI Susanto.

Baca Juga: Ini 15 Indikator Penyalahgunaan Anak dalam kegiatan Politik

Setidaknya ada 15 indikator agar anak tidak dilipatkan dalam kampanye politik. KPAI juga telah berkoordinasi dengan Bawaslu soal pengawasan pelibatan anak dalam politik, dan memberi sanksi kepada pihak terkait.

3. Mario Lawalata dan Sneakers

Aktor Mario Lawalata dikenal memiliki hobi mengoleksi sneakers. Tak jarang sepatu sneakers yang dibelinya hanya dijual dalam edisi terbatas. Bahkan tak jarang ia harus berburu hingga ke luar negeri.

"Saya banyak (beli sneakers) yang keluarnya cuma dikit, nyari paling jauh ke Amerika atau Meksiko paling jauh soalnya tiap negara ngeluarin edisi yang beda-beda," kata Mario di Urban Sneakers Society, Pacific Palace, Jakarta Pusat, Jumat (9/11).

Sampai saat ini, pemeran film ‘Menunggu Pagi’ itu telah memiliki hampir 100 pasang sneakers. Bahkan Sneakers paling mahal yang pernah dibelinya mencapai puluhan juta, yang berasal dari brand Lanvin.

4. Pak Joko Guru Sekolah

Sebuah video viral di media sosial. Dalam video, tampak seorang guru laki-laki dikerubungi siswanya. Beberapa dari siswa mendorong sang guru, melempar sejumlah barang, hingga melakukan gerakan menendang ke arah tubuh sang guru. Peristiwa yang menurut pihak sekolah adalah 'bercandaan' ini harus bisa mengetuk nalar waras, sudahkah kita memanusiakan semua manusia? Atau, sudahkah guru betul-betul menjadi dan dijadikan orang tua dalam ruang pendidikan formal?

Soal video tersebut, netizen bereaksi keras. Sebagian besar dari mereka mengutuk peristiwa ini. Dalam unggahan akun Instagram @riweuh_id, para netizen menumpahkan kemarahan mereka terhadap peristiwa ini.

Penafsiran hubungan antara guru dan siswa sebagai relasi antara orang tua dan anak jelas enggak boleh basi jadi ungkapan yang sekadar-kadar. Pengamalan jelas perlu dilakukan. Tafsir relasi guru dan siswa sebagai hubungan orang tua dan anak harus dilakukan secara ideal.

Baca Juga: Mengapa Gagal Jadikan 'Pak Joko' Ayah Kita?

Dalam kasus Pak Joko, menurut Satriawan, tak banyak guru yang mampu menciptakan relasi sebagaimana Pak Joko membangun relasi dengan siswanya. Pak Joko telah memberi ruang begitu luas untuk siswanya berekspresi, bahkan bercanda dengannya. 

Tentu, enggak banyak kerendahan hati sebagaimana dimiliki Pak Joko. Namun, kesalahan pola pikir beberapa siswa SMK NU 03 Kaliwungu tentu adalah hal lain yang harus dibenahi.

5. Merpati Airlines Kembali Terbang

PT Merpati Nusantara Airlines akan mengoperasikan armadanya lagi di 2019. Merpati merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang didirikan sejak 6 September 1962. Nantinya Merpati akan kembali melayani penerbangan domestik maupun internasional.

Saat ini pemerintah, khususnya Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan, serta investor swasta telah menyatakan bahwa MNA perlu dihidupkan kembali mengingat keberadaannya diyakini sangat dibutuhkan untuk mengimbangi maskapai swasta yang ada saat ini.

Baca Juga: Merpati Airlines Akan 'Terbang' Lagi 2019

Perusahaan nantinya dalam mengoperasikan penerbangan, tidak akan menggunakan pesawat Boeing atau Airbus tapi akan menggunakan pesawat produksi Rusia. Dikatakan pula, pihaknya dalam mengoperasikan MNA tahun depan tidak akan bermain di segmen maskapai penerbangan bertarif rendah (LCC).

Bagi pemerintah bila MNA beroperasi lagi maka akan memiliki dampak positif, selain akan menambah penerimaan pajak juga akan menyerap banyak tenaga kerja apalagi saat ini banyak pilot yang menganggur. Sementara masyarakat akan memiliki banyak pilihan untuk terbang ke beberapa daerah.

Tag: hottest issue