Menparekraf Sebut Aksi "Balas Dendam" Wisata Turun pada 2024, Beralih ke Wisata Kuliner

ERA.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan, berdasarkan data yang didapat dari Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin, Jerman, aksi “balas dendam” dalam berwisata (revenge travel) bakal menurun pada 2024.

“Ini ternyata insight dari ITB Berlin, bahwa tahun 2024 fenomena revenge travel akan secara drastis menurun,” ujar Sandiaga dalam jumpa pers mingguan yang dipantau secara daring di Jakarta dikutip dari Antara, Senin (18/3/2024).

Pandemi COVID-19 berdampak pada pembatasan aktivitas masyarakat, dan menyebabkan masyarakat menahan keinginan untuk berwisata sehingga seusai pencabutan status pandemi oleh sejumlah negara, warga memanfaatkannya untuk berwisata ke berbagai destinasi.

Ia melaporkan, aksi “balas dendam” wisata yang diprediksi menyusut ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya adanya isu yang berkaitan dengan geopolitik perlambatan ekonomi, inflasi hingga kekurangan tenaga kerja yang diprediksi hal-hal itu akan berakhir pada 2025.

Sementara keinginan balas dendam untuk berwisata mulai mereda, Sandiaga menuturkan, sebanyak 38 persen wisatawan secara global diproyeksi bakal melangsungkan perjalanan yang bersifat sekali dalam seumur hidup pada tahun ini.

“Termasuk untuk wisata yang jauh, mereka merencanakannya pada 2024 sekitar 38 persen,” jelasnya.

Soal tujuan destinasi wisata yang akan dituju, ia menyebut, calon wisatawan mendapatkan inspirasi tujuan lewat platform media sosial yang didominasi via YouTube sebesar 40 persen, dari mulut ke mulut sebesar 35 persen serta platform Instagram sebesar 33 persen.

Tren wisata tahun ini juga akan diwarnai dengan kegiatan berupa tur, aktivitas yang menarik serta atraksi. Tren ini pun diproteksi bakal banyak diminati, terutama di kawasan Asia yang akan dipadati wisatawan dengan kriteria hadir dalam rombongan kecil, mengarah ke kegiatan luar ruang, berwisata ke keunikan lokal serta iklan atau ads dan website disinyalir memainkan peran dalam perkembangan tren wisata 2024.

Aktivitas lain yang juga diproyeksi bakal diminati meliputi wisata kuliner yang masih menempati posisi puncak, jalan-jalan dan melihat-lihat destinasi wisata serta disusul berwisata ke kawasan pantai.