AS Sumbang 1,5 Juta Dolar untuk Pencegahan TB di Indonesia

ERA.id - Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) berencana memberikan terapi pencegahan tuberkulosis (TB) senilai 1,5 juta dolar AS (sekitar Rp23,6 miliar) untuk mempercepat pengobatan preventif melawan TB.

"USAID telah mengumumkan rencana untuk memberikan terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) kepada 145.070 orang di Indonesia, senilai 1,52 juta dolar AS," ujar Direktur Kantor Kesehatan USAID Eni Martin di Jakarta, Senin (25/3/2024), dikutip dari Antara.

Konferensi pers tentang kolaborasi AS dan Indonesia untuk melawan TB diselenggarakan di Kedutaan Besar Amerika, Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia yang jatuh setiap tanggal 24 Maret.

Eni menjelaskan tidak semua orang yang memiliki bakteri TB di tubuhnya akan sakit, dan tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia dalam memerangi TB adalah TB resisten obat, di mana obat tersebut tidak lagi efektif melawan bakteri pada orang dengan TB.

Untuk itu, obat-obatan dari USAID tersebut akan banyak membantu dan akan tiba dalam beberapa bulan mendatang. Obat yang diberikan tersedia untuk pengobatan jangka pendek yang khusus.

"Obat-obatan tersebut tersedia untuk pengobatan jangka pendek yang khusus, dimakan satu kali seminggu selama tiga bulan, yang sangat memungkinkan pasien menuntaskan pengobatan, dan merupakan gabungan 2 jenis kandungan dalam satu obat, ini bisa menyelamatkan nyawa," tuturnya.

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), TB merupakan penyakit penyebab kematian terbesar keempat di Indonesia, yang sekaligus menjadikan negeri ini sebagai negara dengan beban TB kedua terbesar di dunia.

"Satu juta kasus TB diidentifikasi pada tahun 2022, yang artinya, satu orang didiagnosis TB setiap 30 detik di Indonesia. Untuk itu, demi memutus rantai penularan, kita harus mengidentifikasi pasien TB dan memastikan mereka mendapatkan pengobatan komprehensif hingga sembuh," paparnya.

Ia mengemukakan tantangan terbesar di Indonesia, yakni tidak semua orang yang terkena TB terdiagnosis yang artinya mereka tidak mendapatkan pengobatan.

Untuk itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga untuk melawan TB.

"Kita diingatkan untuk melawan TB, karena hanya melalui tindakan kolektif, kita bisa mengatasi tantangan ini," ucapnya.

Untuk diketahui, USAID telah mendonasikan Rp4,7 miliar dolar AS untuk TB secara global sejak tahun 2000, dan jumlah tersebut menyelamatkan 75 juta nyawa.