Sejumlah Area Parkir Disiapkan untuk Jemaah yang Salat Idulfitri di Masjid Istiqlal, Ini Lokasinya

ERA.id - Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar mengatakan, kapasitas area parkir di Masjid Istiqlal cukup besar untuk menampung kendaraan para jemaah yang akan mengikuti Salat Idulfitri 1445 Hijriah pada Rabu (10/4/2024).

Namun, pihaknya juga telah menyiapkan beberapa lokasi parkir lainnya untuk mengantisipasi banyakanya jumlah kendaraan.

"Kita beruntung parkirnya itu bisa ditaruh di bawah (Masjid Istiqlal) kurang lebih 1.000 mobil di basement dua lantai, dan selebihnya itu kita persiapkan antisipasi sampai parkirnya di sekitar Monas dan seterusnya," kata Nasaruddin dalam konferensi pers di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2024).

Nasaruddin mengungkapkan, antisipasi ini dilakukan mengingat banyaknya pejabat pemerintahan hingga duta besar negara sahabat yang akan melakukan Salat Id di Masjid Istiqlal. Diantaranya yang dipastikan hadir, yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'aruf Amin.

Dia menjelaskan, untuk para tamu dari Kementerian Agama disediakan tempat parkir di Gedung Kemenag. Sedangkan untuk bus akan diarahkan parkir di sekitar Monas.

"Kemudian kami juga sudah berkomunikasi dengan (pihak) Katedral juga ya kita pakai tempat parkirnya, dan kantor-kantor (di sekitar Masjid Istiqlal) yang memiliki space parkir. Ya, (Kantor) Pertamina, bus kita sudah antisipasi di sekitar Monas ya," jelas Nasaruddin.

"Jadi, kalau saja diikuti peraturan-peraturanbbesok yang ditetapkan oleh pihak kepolisian, Insyaalah bisa lancar," sambungnya.

Sementara itu, Nasaruddin menyebut, pihaknya juga telah mengatur pembagian akses masuk dan keluar Masjid Istiqlal. Dia menjelaskan, pintu VVIP akan digunakan oleh Presiden Jokowi dan Wapres Ma'aruf.

"Pintu Al Malik hanya (digunakan) presiden, wapres itu VVIP, sedangkan pintu VIP-nya menteri dan pejabat negara itu di (pintu) Assalam, sedangkan pintu yanh lain, yang terbuka di belakang itu di banyak pintu adalah untuk jemaah," ungkap dia.

Berdasarkan pengalaman dari tahun sebelumnya, Nasaruddin mengimbau kepada masyarakat yang ingin mengikuti Salat Id di Masjid Istiqlal agar datang lebih awal. Sehingga tidak terjebak kemacetan dan terjadinya penumpukan jemaah. Apalagi, sejumlah pejabat negara juga akan hadir di lokasi tersebut.

"Kami mohon supaya jemaah bisa lebih awal datangnya. Kalau bisa salat subuhnya di Masjid Istiqlal, kami sudah buka," ujar Nasaruddin.

"Sebab, kalau terlambat, akses menuju Istiqlal itu biasanya macet. Tahun-tahun yang lalu mungkin tidak bisa membaca prediksi itu, orang sudah bubar masih ada yang belum sampai ke Istiqlal. Nah, ini kan sayang," imbuh dia.