Malaysia Batalkan Perayaan HUT ke-90 Angkatan Laut Kerajaan Usai Kecelakaan Helikopter, Diganti Doa Bersama

ERA.id - Menteri Pertahana Malaysia Mohamed Khaled Nordin memutuskan untuk membatalkan seluruh rangkaian acara parade perayaan HUT ke-90 Angkatan Laut Kerajaan Malaysia (RMN) bulan depan. Pembatalan ini menyusul insiden kecelakaan dua helikopter yang menewaskan sepuluh awak.

Dalam pernyataan resminy, Khlaed mengatakan keputusan itu diambil untuk menghormati keluarga dan kerabat terdekat dari sepuluh perwira dan anggota RMN yang tewas dalam kecelakaan. 

“Pembatalan tersebut termasuk parade dalam rangka HUT di Pangkalan RMN di sini minggu ini serta Armada Open Day yang dijadwalkan pada 3 hingga 5 Mei 2024," kata Khaled, dikutip Bernama, Rabu (24/4/2024).

Lalu, kata Khaled, acara HUT ke-90 RMN yang dibatalkan itu nantinya akan diganti dengan hari doa bersama untuk kesepuluh perwira dan anggota RMN yang tewas. 

“Sultan Selangor, Sultan Sharafuddin Idris Shah yang juga Panglima RMN menyetujui pembatalan perayaan tersebut dan Yang Mulia juga akan menghadiri upacara tahlil dan doa selamat,” katanya.

Selain itu, Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia (MAF) Jenderal Tan Sri Mohamad Ab Rahman dan Wakil Panglima RMN Laksamana Madya Datuk Zulhelmy Ithnain dikonfirmasi akan hadir di acara tahlil dan doa bersama. 

Mohamed Khaled, yang memeriksa lokasi kecelakaan, mengatakan penyelidikan awal menemukan 10 korban tewas di lokasi kejadian di area kolam renang dan Stadion RMN di Kompleks Olahraga RMN. 

“Seorang personel TNI yang berada di area kolam renang juga mengalami luka ringan akibat terkena serpihan helikopter dalam kejadian tersebut," jelasnya.

Mengenai korban tewas, Khaled mengatakan sepuluh perwira yang tewas beserta keluarga akan dibawa ke Lumut, termasuk yang ada di Kota Kinabalu yang akan diterbangkan menggunakan pesawat Royal Malaysian Air Force (RMAF).

Lebih lanjut, Khaled mengatakan seluruh korban telah dibawa ke Rumah Sakit Raja Permaisuri Bainun (HRPB) di Ipoh untuk dilakukan visum dan jenazah akan diserahkan kepada keluarga korban untuk dimakamkan di kampung halaman masing-masing.