Bencana Paling Mematikan

Jakarta, era.id - Tiga pekan berselang, banjir bandang dan tanah longsor yang melanda 12 kecamatan di wilayah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur masih menyisakan duka. Bencana alam yang terjadi akhir November 2017 itu merenggut 25 nyawa. 

Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, longsor merupakan bencana yang paling mematikan sepanjang 2017. 

"Bencana longsor di 2017 ini (mengakibatkan) 156 jiwa meninggal," ujar Sutopo di Graha BNPB, Jakarta Timur, kemarin.

Menurut Sutopo, kebanyakan korban tinggal di zona merah. Mereka tidak memiliki kemauan dan kemampuan untuk tinggal di tempat yang lebih aman. Implementasi tata ruang di sana juga masih sangat rendah sekali.

Tercatat, sebanyak 2.271 bencana alam terjadi di tahun 2017. Bencana tersebut menyebabkan 372 orang meninggal dunia, dan memaksa 3,4 juta jiwa mengungsi dan menderita. Sedikitnya 44.539 unit rumah rusak dalam kurun waktu setahun terakhir ini.

Dampak siklon tropis cempaka sejatinya tak bisa dianggap remeh. Bencana yang paling sering terjadi sepanjang tahun ini, hidrometeorologi. Terutama banjir, longsor, dan puting beliung. Hidrometeorologi merupakan bencana yang diakibatkan parameter curah hujan, kelembaban, temperatur, dan angin.

Selain Pacitan, daerah lain yang juga didera banjir dahsyat belakangan ini di Gunung Kidul Yogyakarta menewaskan 10 orang, Kabupaten Wonosobo 1 orang, dan Kabupaten Wonogiri 1 orang. Daerah lainnya, Jombang, Kendal, Bangil Pasuruan, Aceh Selatan, Solok, Pekalongan, dan Semarang.