Kubu Prabowo Tak Takut Serangan Isu HAM 

Jakarta, era.id - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso tak khawatir jika isu Hak Asasi Manusia (HAM) kembali digulirkan lawan politiknya untuk menyerang Prabowo Subianto di Pilpres 2019. 

Mantan Panglima TNI ini menilai, serangan isu HAM kepada mantan Danjen Kopassus itu sudah kedaluwarsa untuk digunakan kembali pada Pilpres  2019.

"HAM itu daur ulang, dulu waktu Pak Prabowo jadi cawapresnya Bu Megawati, tidak diserang lolos-lolos aja," katanya, saat dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Menurut Djoko, isu HAM yang ditudingkan kepada Prabowo itu hanya dimulai saat peralihan orde baru ke era reformasi. Katanya, kemudahan masyarakat untuk mengakses informasi saat ini, sudah bisa mematahkan isu HAM yang kerap kali dilayangkan kepada Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Sekedar informasi, Prabowo diduga terlibat dalam penculikan aktivis saat reformasi 1998. Ketika itu, Prabowo yang menjabat sebagai Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus merupakan pimpinan Tim Mawar yang diduga terlibat penculikan aktivis pro demokrasi.

"Jadi itu pasti akan keluar (isu HAM), sudah pastilah. Cuma kalau sekarang melanggar HAM, itu lebih berat. Itu tuduhan ke Prabowo saat zaman peralihan. Sekarang ini sudah zaman normal, bahaya kalau ada tuduhan melanggar HAM," ucapnya.

Agar kamu paham, debat pertama calon presiden dan wakil presiden akan digelar pada 17 Januari 2019 dengan tema Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme. Debat pertama disiarkan oleh TVRI, RRI, Kompas TV dan RTV dilaksanakan di Hotel Bidakara, Jakarta.

Tag: prabowo-sandiaga fahri hamzah