Bersiaplah untuk DreadOut 2

Jakarta, era.id - Pengembang gim DreadOut, Digital Happiness mengatakan bahwa saat ini tengah mempersiapkan sekuel gim DreadOut. Sayangnya, pengembang gim DreadOut Rahmat Imron enggan mengungkapkan kapan DreadOut 2 akan dirilis.

"Nanti dikabari. Kalau sekarang sih sudah mulai dikembangkan dari tahun lalu. Daripada janji palsu," ujar Rahmat dalam temu media sebelum acara Gala Premier film DreadOut di Jakarta, Rabu (2/1/2018).

Namun, dia mengatakan bahwa DreadOut 2 akan menjadi satu universe dengan film DreadOut yang menceritakan pre-kuel dari gim DreadOut itu sendiri.

"Jadi memang nanti harapannya, DreadOut 2 keluar itu nanti akan mengerti DreadOut 2 seperti ini, DreadOut 1 seperti ini. Dan semuanya ada korelasinya," kata dia.

Gim DreadOut diangkat ke layar lebar di bawah tangan dingin sutradara Kimo Stamboel yang sebelumnya telah sukses dengan beberapa judul film diantaranya Headshot.

"Dengan diadaptasinya "DreadOut" ke film diharap bisa menjembatani gim agar lebih diapresiasi oleh lokal," kata Rahmat.

Hal ini, menurut Rahmat, karena gim merupakan bisnis atau industri yang baru "hype" di Indonesia. Namun, dia mengatakan bahwa dari total pendapatan gim DreadOut hanya 10 persen yang berasal dari Indonesia.

Dia juga mengungkapkan bahwa penjualan DreadOut mencapai sekitar satu juta dolar AS dalam kurun waktu kurang lebih sekitar dua tahun. DreadOut telah diunduh 2,5 juta pengguna gratis, dan 500 ribu pengguna berbayar.

"Masyarakat mengapresiasi karya lokal, cuman pembeliannya agak sulit. Sekarang dengan film ini bisa diapresiasi lebih gampang oleh gamers Indonesia," ujar dia.

Sementara itu, sang sutrada film DreadOut, Kimo Stamboel, mengatakan bahwa membawa gim tersebut ke layar lebar merupakan tantangan tersendiri, yang dia rasa jauh berbeda dari adaptasi buku atau novel.

"Gim ada visualnya, serunya seperti apa, banyak cerita yang menarik tapi tidak bisa diceritakan. Skenario film ada aturan sendiri, berbeda dari gim yang mengutamakan user experience," kata Kimo.

"Di film kami menceritakan apa yang belum diceritakan apa yang belum diceritakan di gim, dan membawa semua itu ke dunia nyata," sambung dia.

Tantangan tersebut dibenarkan oleh Rahmat, di mana film DreadOut yang diadaptasi dari gim tersebut memang sedikit berbeda karena perlu penyesuaian.

"Kalau di gim bisa tamat 8 sampai 10 jam, kalau di film dengan dua jam bisa menceritakan semuanya, akan sulit," kata Rahmat.

Untuk dapat mendekati cerita DreadOut yang dia sebut memiliki "skala cerita yang besar," Kimo berusaha mendekati skala tersebut dengan banyak bertukar pikiran dan berbicara dengan Rahmat.

"Saya coba mendekati skala itu, dan setelah develop masuk ke pre-kuel. Semoga para gamers mengerti dan para penonton dapat mengikuti layaknya sebuah cerita," ujar Kimo.

Tag: konsol game