Mau Tegur Penambang, Nenek Saudah di Pasaman Dipukuli, Gubernur Sumbar Menyorot

ERA.id - Seorang nenek bernama Saudah di Nagari Padang Mantinggi, Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatra Barat, dianiaya hingga wajahnya lebam dan kedua matanya membiru pada Kamis (1/1).

Dia digebuki saat mau meminta kegiatan pertambangan di dekat rumahnya disetop saat siang, bukan melarangnya secara total.

Saudah kini dirawat intensif akibat luka yang dialaminya. Dalam kondisi fisik yang masih lemah.

Insiden dimulai saat Saudah akan menegur para penambang emas ilegal. Dia pun menyorotkan senter ke arah beberapa orang di lokasi, tiba-tiba ia dilempari batu, dipukuli, lalu diseret hingga ke semak-semak.

Saudah mengaku sempat tak sadarkan diri setelah itu. Warga kemudian menemukan Saudah dalam keadaan terluka parah dan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.

Sementara itu, polisi sudah menangkap satu orang diduga pelaku penganiayaan inisial IS (26) pada Senin (5/1).

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku.

"Tidak ada boleh ada kekerasan dan penganiayaan. Jajaran Polda Sumbar juga telah menangkap pelaku penganiayaan itu," katanya usai menghadiri hari jadi Kabupaten Pasaman Barat di Simpang Empat, Rabu kemarin.

Pihaknya juga telah bertemu dengan Kapolda Sumbar Irjen Polisi Gatot Tri Suryanta untuk menindaklanjuti kasus tersebut. Menurutnya untuk proses hukumnya nanti pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada polisi.

"Apa penyebabnya kita serahkan kepada pihak yang berwenang untuk mengusutnya," katanya.

Sebelumnya Wakil Gubernur Vasko Ruseimy juga telah mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus itu.

Vasko mengatakan kasus penganiayaan terhadap perempuan lansia tersebut tidak dapat ditoleransi karena menyasar seseorang yang tak berdaya. Makanya ia meminta polisi bergerak cepat dan memproses hukum pelakunya.