Hari Pertama Tayang, Alas Roban Sukses Merahkan Bioskop

ERA.id - Industri perfilman Indonesia mulai bangkit dengan meningkatnya jumlah penonton di awal tahun 2026. Peningkatan ini mulai terasa untuk film Alas Roban yang mengantongi ratusan penonton di hari pertama penayangan.

Sejak jadwal tayang perdana dibuka di berbagai jaringan bioskop, obrolan warganet ikut memanas bukan cuma karena judulnya yang lekat dengan “jalur tengkorak”, tapi juga karena rasa penasaran penonton terhadap mitos Pantura yang selama ini jadi cerita turun-temurun.

Di hari pertama penayangan, euforia tersebut ikut tercermin dari pembaruan sementara: di hari pertama penayangan, jumlah penonton diklaim sudah menembus 176.000+ orang untuk film Alas Roban. Angka ini beredar sebagai update antusiasme hari perdana dan ramai dibagikan ulang di media sosial.

Salah satu pemantik utamanya ada pada pendekatan cerita. Alas Roban mengangkat mitos, pantangan, hingga nuansa perjalanan malam di jalur Pantura Jawa Tengah mulai dari larangan-larangan yang dipercaya masyarakat, sampai ketegangan psikologis saat melintasi kawasan yang dikenal minim penerangan.

Secara cerita, film ini mengikuti Sita (Michelle Ziudith), ibu tunggal asal Pekalongan yang berangkat ke Semarang bersama putrinya, Gendis (Fara Shakila). Perjalanan memakai bus terakhir melewati Alas Roban berubah jadi petaka ketika bus mogok dan teror mulai mengincar Gendis, membawa Sita pada rangkaian ritual yang harus dituntaskan sebelum malam keramat.

Faktor lain yang ikut menaikkan gairah nonton adalah strategi penjualan tiket sejak awal. Di periode menjelang tayang, promo buy 1 get 1 untuk advance ticket sales sempat digelar di aplikasi tiket, berlaku 9–14 Januari 2026 untuk penayangan perdana 15 Januari 2026, sehingga banyak penonton mengamankan kursi lebih cepat.

Selain promo, ada juga aktivasi yang bikin film ini makin sering dibicarakan. Salah satunya, gala premiere yang dibuat berbeda, yakni area lobi bioskop disulap menyerupai suasana Alas Roban, memperkuat pengalaman imersif sekaligus jadi bahan konten warganet sebelum filmnya benar-benar tayang luas.

Dengan campuran horor psikologis dan drama keluarga, serta label tontonan untuk penonton dewasa, Alas Roban tampak membuka Januari dengan energi yang kencang di layar lebar sekaligus ikut menegaskan bahwa awal 2026 bisa jadi momen baru untuk menjaga bara antusiasme penonton film Indonesia.

Diketahui hingga September 2025, data berbasis pelacakan Cinepoint yang dikutip menunjukkan jumlah penonton film Indonesia pada periode yang sama masih tertinggal dibanding tahun sebelumnya, sehingga wacana penonton turun sempat ramai diperbincangkan.

Situasinya juga diperparah oleh isu keterbatasan layar yang membuat film-film berebut jam tayang dan ditentukan oleh performa hari pertama.

Namun, penutupan tahun memberi gambaran yang lebih optimistis. Berdasarkan data yang dihimpun hingga 31 Desember 2025, jumlah penonton film Indonesia disebut mencapai 80,27 juta, naik tipis dari capaian 2024 sebesar 80,21 juta sebuah sinyal bahwa penonton lokal belum benar-benar meninggalkan bioskop.