Kronologi Skandal Pajak Cha Eunwoo, Berawal dari Gurita Bisnis Keluarga
ERA.id - Aktor sekaligus idol Korea Selatan, Cha Eunwoo, menjadi sorotan publik setelah muncul laporan terkait dugaan penggelapan pajak yang melibatkan perusahaan keluarga. Kasus ini tidak berdiri sendiri, melainkan berawal dari rangkaian pendirian perusahaan yang melibatkan Cha Eunwoo dan orang tuanya sejak beberapa tahun lalu.
Mengutip laporan Dispatch, persoalan ini bermula pada 4 Juli 2019, ketika Cha Eunwoo mendirikan perusahaan bernama Chas Gallery. Dalam struktur awal perusahaan tersebut, Cha Eunwoo tercatat sebagai CEO, sementara ibunya menjabat sebagai direktur dan ayahnya berperan sebagai auditor.
Perusahaan ini diketahui memiliki bidang usaha yang cukup luas, mulai dari manajemen artis, produksi musik, hingga bisnis makanan dan aset.
Sejak 2020, alamat Chas Gallery tercatat beberapa kali berpindah. Hingga akhirnya, perusahaan tersebut terdaftar di lokasi restoran milik orang tua Cha Eunwoo di wilayah Ganghwa. Perubahan alamat ini kemudian menjadi salah satu bagian yang ikut disorot dalam proses pemeriksaan.
Pada September 2020 terjadi perubahan penting dalam struktur perusahaan. Posisi CEO yang sebelumnya dipegang Cha Eunwoo dialihkan kepada sang ibu, Choi. Setelah itu, pada 2022, Choi kembali mendirikan perusahaan baru bernama L&C yang berfokus pada jasa manajemen.
Tidak berhenti di situ, pada 2024 keluarga Cha Eunwoo kembali membentuk perusahaan lain bernama The Any. Perusahaan ini diduga berfungsi sebagai pengelola aset dan properti keluarga. Urutan pembentukan bisnis dari Chas Gallery, L&C, hingga The Any dinilai membuat sistem pengelolaan keuangan menjadi lebih tertutup karena adanya perubahan bentuk hukum perusahaan.
Dispatch juga menyoroti bahwa perusahaan berbentuk perseroan terbatas seperti L&C dan The Any tidak memiliki kewajiban audit publik. Kondisi ini membuat aktivitas keuangan dinilai tidak mudah diawasi oleh pihak luar.
Otoritas pajak kemudian memperkirakan adanya kekurangan pajak dengan nilai mencapai sekitar 20 miliar won atau sekitar Rp234 miliar. Angka tersebut memunculkan dugaan bahwa terdapat pendapatan dalam jumlah besar yang dialihkan ke perusahaan keluarga.
Selain itu, pembentukan perusahaan keluarga ini disebut terjadi di tengah situasi agensi Fantagio yang sempat mengalami krisis keuangan dan konflik manajemen. Meski demikian, Cha Eunwoo tetap memperpanjang kontraknya dengan Fantagio pada 2022.
Otoritas pajak menilai tidak ada alasan kuat bagi perusahaan keluarga untuk menerima bagian dari pendapatan pribadi sang artis. Karena itu, rangkaian pendirian perusahaan tersebut menjadi inti dari penyelidikan pajak dan sorotan publik.
Hingga saat ini, dugaan kasus pajak yang melibatkan rangkaian perusahaan keluarga Cha Eunwoo tersebut masih terus diselidiki oleh otoritas terkait. Publik pun menunggu kejelasan lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan serta klarifikasi resmi dari pihak-pihak yang bersangkutan.