BEM SI Mau Demo Besar, Pemicunya karena Rangkap Jabatan Mendiktisaintek Brian

ERA.id - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto merangkap jabatan sebagai Kepala Badan Industri Mineral. Persoalan ini dinilai dapat memecah belah konsentrasi kemajuan pendidikan di Indonesia.

"Isu rangkap jabatan menjadi salah satu sorotan utama. Kondisi tersebut dikhawatirkan berpotensi memecah konsentrasi pimpinan kementerian dalam mengelola sektor pendidikan tinggi yang kompleks dan multidimensi," kata praktisi pendidikan tinggi Universitas Negeri Makassar, Fery Ashari dalam keterangannya, Rabu (18/2/2026).

Fery ingin agar Brian patuh pada Pasal 23 UU Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, yang pada pokoknya berisi melarang menteri merangkap jabatan sebagai pejabat negara lain maupun pimpinan di perusahaan negara atau swasta.

Agar sektor pendidikan makin maju, dia menilai perlu dilakukan evaluasi tata kelola yang menitikberatkan pada tiga aspek, yakni menjaga netralitas jabatan sesuai amanat UU Sistem Pendidikan Nasional dan UU Pendidikan Tinggi; memastikan efektivitas kepemimpinan agar tidak terjadi pembagian fokus dalam fungsi strategis; serta menjaga kredibilitas kebijakan agar terhindar dari persepsi konflik kepentingan.

Fery lalu menyebut peninjauan perlu segera dilakukan. Sebab, elemen kampus mulai menyuarakan persoalan rangkap jabatan Brian.

Seperti di Makassar pada beberapa waktu lalu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat UNM berdemonstrasi, mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi posisi Brian Yuliarto sebagai menteri.

"Aspirasi mahasiswa diperkirakan terus bergulir. Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dilaporkan tengah mempersiapkan aksi nasional bertajuk 'Gelap Gulita Pendidikan Indonesia' yang direncanakan berlangsung pada 23-27 Februari 2026," jelasnya.

Gerakan tersebut dia pandang sebagai bentuk pengawasan publik terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas dan arah pembangunan pendidikan nasional.