6 Menu Buka Puasa Paling Aneh di Dunia, Tertarik Coba?
ERA.id - Momen berbuka puasa selalu dinanti dengan kehadiran hidangan spesial yang memanjakan lidah setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Namun, dibalik takjil manis yang umum kita temui, beberapa negara memiliki kuliner berbuka puasa yang tergolong unik, tidak biasa, hingga dianggap ekstrem bagi mereka yang belum pernah mencicipinya.
Dari olahan daging bercita rasa manis hingga hidangan yang mungkin terdengar ekstrem bagi sebagian orang, keberagaman menu ini menjadi warna tersendiri selama bulan suci. Simak enam kuliner unik dari berbagai negara yang kerap menghiasi meja makan saat waktu berbuka tiba.
1. Lahm Lhalou – Aljazair
Lahm Lhalou dari Aljazair menawarkan perpaduan rasa yang unik, nama hidangan ini secara harfiah berarti "daging manis," di mana potongan daging domba dimasak bersama buah-buahan kering seperti plum, kismis, dan aprikot dalam kuah sirup yang kental dengan aroma kayu manis. Hidangan ini biasanya disajikan di awal Ramadan sebagai simbol harapan agar sisa bulan tersebut terasa manis dan penuh berkah.
2. Aseeda – Sudan
Di Sudan, Aseeda adalah menu wajib yang tak boleh terlewatkan saat berbuka. Hidangan ini berupa bubur padat yang terbuat dari tepung gandum atau jagung dengan tekstur kenyal mirip puding.
Keunikannya terletak pada cara penyajiannya yang diletakkan di tengah piring besar, lalu disiram dengan mullah atau saus gurih yang terbuat dari okra kering dan daging cincang. Aseeda dianggap sebagai makanan pemberi energi instan yang sangat mengenyangkan bagi warga Sudan setelah seharian berpuasa di cuaca yang terik.
3. Dolma – Turki
Turki memiliki hidangan khas bernama Dolma yang sangat populer selama Ramadan. Hidangan ini menggunakan sayuran seperti paprika atau tomat yang dikosongkan bagian tengahnya, lalu diisi dengan campuran nasi rempah dan daging.
Selain itu, ada varian yang menggunakan daun anggur muda sebagai pembungkus nasi dan daging yang digulung rapi, memberikan sensasi rasa asam segar yang meresap ke dalam isiannya.
4. Khash – Armenia
Bagi sebagian orang, Khash mungkin terdengar ekstrem karena bahan utamanya adalah kaki domba atau sapi yang direbus perlahan dalam waktu yang sangat lama. Sup tradisional ini memiliki kuah yang sangat kental dan kaya akan kolagen.
Meski identik sebagai hidangan musim dingin di Armenia, komunitas Muslim di sana kerap menyajikannya saat berbuka puasa karena khasiatnya yang dipercaya mampu memulihkan stamina tubuh secara total setelah berpuasa.
5. Kepala Domba Panggang – Maroko
Maroko memiliki tradisi kuliner yang cukup berani dengan menyajikan kepala domba panggang sebagai hidangan istimewa saat berbuka. Kepala domba dibumbui dengan jintan, garam, dan cabai bubuk, lalu dipanggang hingga kulitnya renyah namun daging di dalamnya tetap lembut.
Bagian pipi dan lidah dianggap sebagai bagian yang paling lezat. Bagi masyarakat setempat, hidangan ini adalah simbol penghormatan dan perayaan dalam menjamu kerabat di bulan suci.
6. Sannakji – Korea Selatan (Komunitas Muslim)
Di kalangan komunitas Muslim di Korea Selatan, Sannakji atau gurita kecil yang dipotong-potong saat masih hidup menjadi salah satu pilihan menu berbuka yang unik. Potongan tentakel yang masih bergerak-gerak ini disajikan dengan minyak wijen dan biji wijen.
Sensasi hisapan tentakel di dalam mulut memberikan pengalaman makan yang ekstrem sekaligus segar, menjadikannya pilihan kuliner yang kontras dengan makanan berbuka tradisional di negara-negara Islam lainnya.
Bagaimana menurutmu, apakah kamu berani mencoba salah satu hidangan di atas?