Wanita yang Coba Bunuh Diri di Depan Istana Presiden Jalani Pemeriksaan Psikolog
ERA.id - Beredar kabar seorang wanita berinisial JSLP (20) mencoba bunuh diri di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat (Jakpus), Minggu (22/3) malam. Wanita itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Dari video dan narasi yang beredar di media sosial, wanita itu mencoba gantung diri karena depresi berat. Dia telah membawa seutas tali dan disimpan di dalam tas.
Petugas yang mendapat informasi ini langsung menuju ke lokasi untuk mengevakuasi wanita tersebut. Korban disebut-sebut mencoba bunuh diri karena diduga telah diperkosa oleh seorang pria yang merupakan ASN.
Kasat PPA/PPO Polres Metro Jakarta Pusat, Kompol Rita Oktavia mengatakan saat polisi tiba di lokasi, perempuan tersebut telah diamankan oleh Paspampres.
"Setibanya di depan Istana Merdeka, benar ada seorang perempuan yang telah diamankan oleh Paspampres," ujar Rita kepada wartawan dikutip Rabu (25/3/2026).
Berdasarkan keterangan saksi, Pratu Rival, korban datang ke lokasi sekitar pukul 23.35 WIB. Dia saat itu sedang berjaga di Pos 02 dan mengawasi area dari dalam pagar Istana.
Rival kemudian mencurigai gerak-gerik korban. Saat dihampiri, perempuan tersebut sudah meletakkan tas di bawah dan melepas sepatunya. Dia kemudian melapor ke komandan posko.
Laporan diteruskan kepada anggota Brimob yang berjaga di sekitar tenda putih Monas. Sekira pukul 00.10 WIB, tim dokter dari Biddokkes Polres Metro Jakarta Pusat tiba di lokasi. Petugas medis pun berupaya melakukan persuasi.
"Namun yang bersangkutan terus menjauh setiap kali akan didekati," ucap Rita.
Pada pukul 00.56 WIB, wanita itu berhasil diamankan dan dibawa ke posko pengamanan Polri untuk dimintai keterangan awal.
Selanjutnya, JSLP dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Belum diketahui betul tidaknya korban ingin bunuh diri karena telah diperkosa seorang ASN.
Saat ini korban sedang mendapat perawatan di RSCM untuk dilakukan pemeriksaan lanjutkan dan pemeriksaan psikologi.