Deretan Pejabat yang Dilantik Prabowo dan Omongan Rocky soal Jumhur di Istana
ERA.id - Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah pejabat negara di Istana Negara, Jakarta, Senin sore. Ada yang pernah dicopot lalu dimasukkan ke kabinet lagi, ada juga yang cuma bertukar posisi.
Mereka yakni Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI; Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi; Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP); Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina; Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup; dan Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Dalam momen itu, yang paling memancing perhatian adalah kehadiran akademisi Rocky Gerung. Banyak publik mengira bahwa sosok yang doyan menyindir Jokowi ini akan diberi jabatan empuk.
Ternyata tidak. Dia cuma jadi tamu yang melihat kawannya, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur, diberi jabatan oleh Prabowo.
Usai pelantikan, Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyalami Rocky. Dalam momen itu, Rocky-Prabowo berbincang singkat sembari tertawa kecil.
Usai pertemuan, Rocky membocorkan apa yang dibahasnya bareng Prabowo. Dia menjelaskan pula, kalau kedatangannya untuk menyaksikan belaka pelantikan Jumhur.
"Jumhur Hidayat itu mantan narapidana, tapi dia seorang intelektual, dia belajar tentang perburuhan, ekonomi, lingkungan dari ITB. Jadi karena dia saya kenal, maka saya dampingi itu. Itu alasan saya ada di sini," kata Rocky kepada awak media.
"Sama Pak Prabowo ya saya salaman tadi, dan Pak Prabowo kan teman saya diskusi dulu-dulu. Dan beliau, 'wah Pak Rocky terima kasih hadir, dan ternyata Pak Rocky masih disiden,' gitu. Tapi Anda lihat wajahnya wajah bercanda. Emang saya disiden. Disiden tahu artinya kan?" Kata Rocky.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Disiden dapat diartikan sebagai orang yang tidak sepakat dengan pendapat seseorang atau kelompok.
Dalam kesempatan itu, Rocky juga memberikan pandangannya mengenai Kementerian Lingkungan hidup yang kini dipimpin oleh Jumhur Hidayat.
Menurutnya, Kementerian Lingkungan Hidup menjadi kementerian yang memiliki dimensi global karena isu lingkungan tidak hanya menjadi persoalan nasional, tetapi juga perhatian dunia.
Dia menyebut sekitar 70 juta generasi Z di Indonesia menunggu sikap pemerintah terhadap isu lingkungan. Menurut dia, kelompok anak muda tersebut akan menilai keseriusan pemerintah dalam memahami persoalan lingkungan hidup.
Oleh karena itu, dia menilai Jumhur mewakili kepentingan generasi muda dalam isu lingkungan.
"Jadi saya anggap bahwa Pak Jumhur itu mewakili kepentingan minimal 70 juta langsung anak muda. Apalagi kalau itu dihubungkan dengan keinginan untuk menjadikan environment itu sebagai sumbangan kita pada planet dunia global. Kan itu intinya," ucapnya.
Rocky menegaskan dirinya tidak menjadi bagian dari kabinet, namun akan tetap mengawasi.
"Tentu saya bukan bagian dari kabinet, tapi saya mau jaminkan bahwa masyarakat sipil akan bersama dengan Pak Jumhur, karena Pak Jumhur aktivis, dia mengerti tentang kesulitan ekonomi, dia pimpinan buruh. Jadi sekali lagi Pak Jumhur itu mengerti politik," pungkasnya.