Rupiah Melemah Lagi, Sekarang Jadi Rp17.507 per Dolar

ERA.id - Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi melemah menjadi Rp17.507 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong lagi-lagi mengatakan, rupiah melemah karena dipengaruhi konflik AS-Iran.

"Rupiah diperkirakan akan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan damai AS-Iran serta harga minyak mentah dunia yang masih tinggi," katanya, Selasa (12/5/2026).

Mengutip Xinhua, Iran mengajukan draf proposal kepada AS untuk menghentikan konflik di semua lini, jaminan tak ada lagi agresi terhadap Iran, dan pencabutan sanksi AS serta blokade angkatan laut.

Proposal itu juga menuntut jangka waktu 30 hari untuk mencabut sanksi AS terhadap penjualan minyak Iran, dan pelepasan aset Iran yang dibekukan.

Sebelumnya, Iran menolak usulan perdamaian yang diajukan AS karena hal tersebut "berarti menerima tuntutan yang berlebihan" dari Washington, sebagaimana dilaporkan Sputnik.

Presiden AS Donald Trump menuturkan tanggapan Iran terhadap proposal AS untuk mengakhiri konflik sangat tak bisa diterima.

Melihat sentimen domestik, investor disebut menantikan data penjualan ritel Indonesia pada Maret 2026 yang akan dirilis siang ini.

"Penjualan ritel diperkirakan sedikit lebih tinggi, (yaitu) 6,8 persen, dibandingkan Februari 6,5 persen," ungkap Lukman.

Pengumuman dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) juga diprediksi takkan memberikan baik pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan akan turut menekan rupiah.

"Akan ada saham-saham yang didepak, dan beberapa saham kapitalisasi besar yang di downgrade," ujar dia.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.350-Rp17.500 per dolar AS.