Listrik Padam di Sumatra-Jawa karena Kasus Korupsi Batu Bara?

ERA.id - Kortas Tipikor Polri sedang mengusut kasus dugaan korupsi batu bara yang diduga menjadi satu sebab padamnya listrik di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Setidak-tidaknya penyidik menemukan adanya dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan dan pemenuhan pasokan batu bara di PLTU oleh beberapa perusahaan yang terlibat, (yaitu) PT OBP dan PT BRA," kata Kakortas Tipikor Polri, Irjen Totok Suharyanto dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Senin (6/7/2026).

Dalam kasus ini, Dirtindak Kortas Tipikor Polri Brigjen Robertus Yohanes De Deo mengatakan penyidik menemukan adanya dugaan manipulasi dokumen kualitas batu bara yang dikirimkan atau dipasok.

Kemudian ditemukan manipulasi terkait dengan kuantitas batu bara yang dipasok ke PLTU, serta dugaan penyimpangan yang mengakibatkan pembayaran atau harga kontrak tidak sesuai dengan kondisi pasokan yang sebenarnya atau yang riil.

"Perbuatan atau modus-modus tersebut kami duga juga berkontribusi terhadap terganggunya pasokan batu bara yang berdampak terhadap terjadinya blackout atau pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Indonesia, seperti di wilayah Sumatra, sebagian Kalimantan, Jawa

Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jabodetabek," ungkap Robertus.

Kasus ini sendiri telah naik ke tahap penyidikan. Korupsi ini diduga telah dilakukan dari 2018-2026.

Akibat kejahatan ini, negara diperkirakan mengalami kerugian perekonomian sekira Rp5 triliun. Namun untuk jumlah pasti kerugian yang dialami masih dilakukan perhitungan oleh BPK RI.

Akan tetapi dari kasus ini, Kabareskrim Polri Komjen Syahardiantono menegaskan perkara dugaan korupsi batu bara itu tidak terkait dengan peristiwa blackout di Sumatera pada Mei/Juni lalu.

"Kalau blackout Sumatra kan sudah jelas. Kita sudah turunkan tim mulai dari forensik, dari Labfor ya, dan tim dari Bareskrim itu sudah bisa dinyatakan bahwa itu karena putus ya, karena putus konduktornya. Jadi tidak ada kaitannya," kata Syahar.