TNI Respons soal Penjagaan Rumah Jampidsus Kejagung, Berhubungan Kasus Korupsi?
ERA.id - Tim gabungan Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya menggeledah 12 lokasi di wilayah berbeda untuk mengusut dugaan kasus korupsi pasokan batu bara yang melibatkan PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero) dan PT Krakatau Steel, Rabu kemarin.
Ke-12 lokasi yang dilakukan penggeledahan yakni sebagai berikut.
1. PT CBS, Cengkareng Timur, Jakarta Barat;
2. PT CBS (Kantor Pusat), Penjaringan, Jakarta Utara;
3. PT KNI, Petojo Selatan, Jakarta Pusat;
4. Rumah Sdr. MN, Serpong Utara, Tangerang Selatan;
5. Kafe de’Clan Signature, Cipete, Jakarta Selatan;
6. Koin Money Changer, Cipete Selatan, Jakarta Selatan;
7. Rumah Sdr. TK, Mega Kuningan, Jakarta Selatan;
8. Kantor/Grup DMG / CP, Kuningan, Jakarta Selatan;
9. PT PML, Karet Kuningan, Jakarta Selatan;
10. Rumah Sdr. DR, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan;
11. Rumah Sdri. MILDK, Apartement Pacific Place;
12. Rumah di Sentul kab Bogor.
Dari penggeledahan itu, penyidik menemukan 74 kilogram (kg) emas dan uang yang disimpan di dalam brankas/koper. Nilai pasti aset yang disita ini masih diteliti, namun perkiraan awal mencapai Rp540 miliar.
"Ada tiga (yang diamankan untuk dimintai keterangan)," kata Kakortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto kepasa wartawan, Rabu (8/7).
Buntut kegiatan kepolisian tersebut, sejumlah personel TNI dikabarkan menjaga rumah Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung), Febrie Adriansyah di kawasan Jakarta Selatan. Media sosial pun dihebohkan dengan dugaan Febrie terlibat dalam perkara korupsi yang sedang didalami Polda Metro Jaya dan Kortas Tipikor Polri.
Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas sendiri membenarkan ada prajurit yang mengamankan kediaman Febrie Adriansyah.
"Terkait pengamanan Jampidsus, benar bahwa pengamanan tersebut dilakukan atas permintaan institusi kejaksaan dan telah dikoordinasikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku, sebagaimana Perpres Nomor 66 Tahun 2025 yang berkaitan dengan perlindungan kepada jaksa dalam melaksanakan tugasnya," kata Muhammad Nas saat dihubungi, Kamis (9/7/2026).
Nas lalu menegaskan pengamanan itu tidak berkaitan dengan isu lain, termasuk buntut penggeledahan yang dilakukan polisi kemarin. "Pengamanan itu tidak berkaitan dengan isu lain yang saat ini berkembang," jelasnya.
Tak lama setelah itu, beredar video yang memperlihatkan sejumlah tentara datang ke Polda Metro Jaya pada Rabu kemarin malam. Akun Instagram @badanperwakilannetizen2 menyampaikan ada dua jenderal TNI yang turut datang ke Mapolda Metro Jaya dan meminta agar tiga saksi yang diamankan kepolisian dibebaskan.
Brigjen Nas pun membantah kabar tersebut. "Berita ini tidak benar (terkait anggota TNI ke Polda Metro)," imbuhnya.
Polisi sendiri belum memberi kabar terbaru terkait penanganan perkara korupsi itu.