Kisah Frantie Melawan Ragu, Kini Disorot TikTok karena Jadi Konten Kreator Fashion

ERA.id -  Berawal dari ketertarikan pada fashion sejak remaja, Frantie mengembangkan aktivitasnya di media sosial menjadi ruang untuk berekspresi, menjalin kolaborasi dengan berbagai brand, dan tetap berkarya tanpa mengesampingkan waktu bersama keluarga.

Ketertarikannya pada dunia fashion yang tumbuh sejak bangku SMP membawa Frantie sebagai konten kreator. Sejak dulu dia gemar bergaya lewat pakaian, kegemaran itu dia bawa di media sosial lewat konten lifestyle, hingga melakukan siaran langsung atau live streaming.

Frantie bermedsos sejak 2016. Namun, pada 2025, ia mulai tampil nyentrik lewat konten termasuk dan daily vlog. Melalui akun TikTok @frantie dan Instagram @franteamoon, ia membagikan minatnya terhadap fashion dan kehidupan sehari-hari.

Frantie punya waktu luang, mengapa tidak dia bereskpresi dengan senang-senang? Toh anak-anaknya mulai besar. Saat berkonten, dia tidak mengandalkan perlengkapan produksi yang rumit. Sederhana saja, telepon genggam untuk membuat video maupun melakukan live streaming.

Sempat ragu

Frantie kini berusia 40. Tak muda lagi. Perasaan tak percaya diri untuk casciscus depan kamera sempat mengganggunya.

“Awalnya saya sempat kurang percaya diri untuk live streaming. Saya berpikir, dengan usia yang sudah 40 tahun lebih, apakah nanti akan ada yang menonton? Ada rasa takut kalau sudah live ternyata tidak ada penontonnya,” tutur Frantie.

Meski sempat diliputi keraguan, ia perlahan memberanikan diri untuk mencoba. Frantie mulai menjalani siaran langsung, berbincang dengan penonton yang hadir, dan membiasakan diri berinteraksi di depan kamera.

Seiring waktu, jumlah penonton yang bergabung mulai bertambah. Aktivitas yang awalnya disertai kekhawatiran kemudian berkembang menjadi ruang untuk berbagi cerita dan membangun komunikasi dengan audiens.

Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses belajar Frantie di dunia digital. Ia tidak hanya membiasakan diri tampil di depan kamera, tetapi juga mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara langsung dengan orang-orang yang menyaksikan siarannya.

Live streaming pun berkembang menjadi salah satu aktivitas yang semakin rutin dijalani. Dari yang semula khawatir tidak memiliki penonton, Frantie mulai menemukan kenyamanan di sana.

Diajak kolaborasi

Seiring meningkatnya aktivitas membuat konten fashion, lifestyle, dan daily vlog, Frantie mulai menerima tawaran kolaborasi dari berbagai pihak. Kesempatan tersebut datang dari pelaku usaha dengan skala beragam, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga brand besar.

Sejumlah tawaran kerja sama juga melibatkan kegiatan live streaming. Melalui format tersebut, Frantie berkesempatan memperkenalkan produk, menyampaikan informasi kepada penonton, dan membangun interaksi secara langsung selama siaran berlangsung.

Perkembangan ini mempertemukan minat yang telah lama dimilikinya dengan aktivitas profesional di dunia digital. Ketertarikan terhadap fashion yang berawal dari masa sekolah kini menjadi bagian dari kegiatan kreatif yang membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Meski kesempatan kerja sama semakin beragam, Frantie tetap perlu menyesuaikan setiap tawaran dengan jadwal aktivitasnya. Di luar itu, ia juga memiliki tanggung jawab lain di luar dunia digital.

Dapat sertifikasi

Perjalanan Frantie di dunia live streaming kemudian membawanya pada pencapaian baru. Pada 2025, ia memperoleh sertifikat dengan keterangan Certified Live Host Star Streamer 2025 by TikTok Shop Tokopedia. Pencapaian ini menjadi pengalaman yang membanggakan sekaligus bagian dari proses pengembangan dirinya.

“Saya senang bisa mendapatkan sertifikasi ini karena buat saya, prosesnya bukan hanya tentang live streaming. Saya juga belajar melatih public speaking, bagaimana berbicara di depan banyak orang, menyampaikan sesuatu dengan lebih baik, dan membangun kepercayaan diri di depan kamera,” kata Frantie.

Kemampuan berkomunikasi secara langsung menjadi salah satu keterampilan yang terus diasah melalui aktivitas tersebut. Ia perlu membiasakan diri menyampaikan informasi, merespons pertanyaan, dan menjaga komunikasi agar siaran berlangsung dengan baik.

Setelah memperoleh sertifikasi tersebut, Frantie mendapat undangan dari tim TikTok Indonesia untuk berkolaborasi dengan salah satu brand melalui kegiatan live streaming di kantor TikTok Indonesia.

Kesempatan itu menjadi pengalaman berbeda dari siaran langsung yang biasa ia lakukan melalui akun pribadi. Ia berkesempatan menjalankan kegiatan live streaming dalam sebuah kolaborasi bersama brand di lingkungan kantor TikTok Indonesia.

Seiring berkembangnya aktivitas tersebut, tawaran kerja sama dari sejumlah brand besar pun berdatangan. Beberapa di antaranya menawarkan kesempatan kepada Frantie untuk melakukan live streaming secara langsung di toko-toko milik brand terkait.

Namun, tidak semua tawaran dapat diterima. Aktivitas membuat konten dan melakukan siaran langsung melalui akun pribadinya sudah cukup padat. Karena itu, ia perlu mempertimbangkan jadwal dan ketersediaan waktu sebelum menyanggupi kerja sama tambahan.

Bagi seorang kreator digital, bertambahnya kesempatan profesional juga menuntut kemampuan untuk menentukan prioritas. Frantie perlu mempertimbangkan bukan hanya peluang yang tersedia, melainkan juga kesesuaiannya dengan aktivitas sehari-hari.

Fokus gaya hidup

Selain membuat konten tentang gaya berpakaian dan keseharian, Frantie juga mengembangkan konten ulasan produk. Fashion dan lifestyle tetap menjadi fokus utamanya, terutama produk seperti tas dan outfit yang sesuai dengan minatnya.

Dalam perkembangannya, ia turut mengeksplorasi kategori produk lain, termasuk home living. Perluasan ini memberinya kesempatan untuk mengulas produk yang berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga dan aktivitas sehari-hari.

Meski demikian, eksplorasi kategori baru tidak menggantikan fokus utamanya pada fashion dan lifestyle. Tas dan outfit tetap menjadi bagian penting dari konten yang dikembangkan melalui TikTok dan Instagram.

Mengutamakan keluarga

Keseharian Frantie tidak hanya diisi dengan aktivitas di depan kamera. Frantie masih menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga, mulai dari memasak hingga menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anaknya.

Berbagai kegiatan tersebut berjalan berdampingan dengan kesibukannya membuat konten dan melakukan siaran langsung. Kemampuan mengatur waktu menjadi penting agar aktivitas sebagai kreator tidak mengesampingkan tanggung jawabnya di rumah.

“Bekerja dari rumah membuat saya punya lebih banyak waktu bersama keluarga. Saya tetap bisa membuat konten dan live streaming, tetapi saya juga masih bisa menjalankan kegiatan sebagai ibu rumah tangga, seperti memasak dan menyiapkan makanan untuk suami dan anak-anak. Quality time buat keluarga tetap yang utama, nomor satu,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana Frantie memandang aktivitas profesionalnya sebagai bagian dari kehidupan, bukan sesuatu yang harus menggantikan peran keluarga. Kesempatan berkarya menjadi penting, tetapi tetap perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab di rumah.