LSI: Jokowi-Ma'ruf 58,7 Persen, Prabowo-Sandi 30,9 Persen

Jakarta, era.id - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei mengenai elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden Pemilu 2019 selama hampir enam bulan masa kampanye dari November 2018 sampai Februari 2019.

Hasilnya, pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin mendapat dukungan sebesar 58,7 persen. Sementara itu, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat dukungan sebesar 30,9 persen.

"Responden yang belum memutuskan, merahasiakan, atau tidak menjawab menjawab sebesar 9,9 persen," ucap peneliti LSI Ardian Sopa di Kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019).

Besaran dukungan, baik terhadap paslon nomor urut 01 dan 02, serta responden yang tidak menjawab dujungan belum mencakup 100 persen jumlah responden. Hal itu karena LSI menambahkan jumlah suara tidak sah dalam survei ini.

"LSI mencoba memotret secara lebih akurat, dengan menggunakan simulasi menyodorkan kertas suara dalam kegiatan survei. Hasilnya, suara tidak sah tercatat sebesar 0,5 persen," tutur dia.

Ardian melanjutkan, survei ini belum pasti menggambarkan besaran dukungan pasangan capres-cawapres. Mengingat, masih ada masa kampanye yang berjalan 43 hari lagi. Namun, hal ini bisa diprediksi pada tren elektabilitas.

Diketahui, dalam 3 bulan terakhir, Jokowi-Ma'ruf mendapat dukungan sebesar 53,2 persen pada November 2019, 54,2 persen pada Desember 2018, dan 54,8 persen pada Januari 2019.

Sementara itu, Prabowo-Sandiaga mendapat dukungan sebesar 31,2 persen pada November 2019, 30,6 persen pada Desember 2018, dan 31 persen pada Januari 2019.

"Tren elektabilitasnya ada yang naik dan ada yang turun, tapi jaraknya relatif stabil yaitu di atas 20 persen.

Jika dilihat tren ini sebenarnya pertarungan sudah selesai. Tapi, namanya politik sangat dinamis. Kita harus menunggu hasil resminya dari KPU," jelas dia.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sebesar +/- 2,9 persen. Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka kepada 1.200 respoden seluruh Indonesia dalam rentang waktu 18-25 Februari 2019.

Tag: jokowi-maruf amin prabowo-sandiaga