30 Tahun Menjabat, Presiden Kazakhstan Mengundurkan Diri

Astana, era.id - Presiden Kazakhstan Nursultan Nazarbayev secara mendadak mengundurkan diri dari jabatannya setelah berkuasa selama tiga dekade terakhir. Pengunduran dirinya itu dilakukan untuk memberikan kesempatan pada pemimpin muda untuk memimpin negara yang kaya minyak dan gas bumi itu.

"Saya telah mengambil keputusan, yang tidak mudah bagi saya, untuk mengundurkan diri sebagai presiden," ucap Nazarbayev dalam pernyataannya yang disiarkan televisi nasional Kazakhstan pada Selasa (19/3) waktu setempat. 

Melansir dari Aljazeera, Rabu (20/3/2019), Nazarbayev memimpin sejak tahun 1989, saat Kazakhstan masih menjadi bagian dari Uni Soviet. Dalam pernyataannya, Nazarbayev menyatakan dirinya ingin memberi kesempatan kepada pemimpin muda di negaranya.

"Sebagai pendiri negara merdeka Kazakhstan, saya melihat tugas saya sekarang dalam memfasilitasi bangkitnya para pemimpin generasi baru yang akan melanjutkan reformasi yang tengah berlangsung di negara ini," ujar Nazarbayev. 

 

Usai memberikan pernyataan, Nazarbayev lantas menandatangani dekrit yang isinya mengakhiri masa jabatannya terhitung sejak 20 Maret waktu setempat.

Untuk sisa masa jabatan yang baru berakhir April 2020, Nazarbayev menyerahkannya pada Ketua Parlemen Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev. Atas keputusan itu Tokayev akan menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Kazakhstan hingga April 2020 sesuai konstitusi. 

Riwayat Tokayev yang kini berusia 65 tahun adalah diplomat yang terdidik di Moskow. Dia pernah menjabat sebagai menteri luar negeri dan perdana menteri.

 

Tag: hari perempuan internasional