Sopir Taksi Penyelamat PSK Ingatkan Kita pada Kisah Taxi Driver

Jakarta, era.id - Seorang pengemudi taksi di Coventry, Inggris menyelamatkan seorang pekerja seks. Peristiwa ini sekilas mirip dengan kisah yang digambarkan dalam film Taxi Driver rilisan 1976.

Tahir Mehmood mendapatkan pesanan dari seseorang bernama Robert Enescu. Oleh Enescu, Mehmood diminta untuk mengantar seorang wanita hamil ke rumah bordil di St Christian Road, Coventry.

Di tengah perjalanan, sang wanita menangis. Mehmood kemudian mengorek keterangan dari wanita tersebut, yang akhirnya mengakui kondisi yang ia alami.

"Dia berkata, 'Aku tidak tahu di sini, aku baru saja datang ke sini empat hari sebelumnya, datang ke sini untuk melakukan pijatan, tetapi mereka memberitahuku pergi ke pelacuran untuk melakukan hubungan seks," kata Mehmood menirukan percakapan dengan sang wanita.

Menurut sang wanita, Enescu telah menipu banyak orang yang diiming-imingi pekerjaan sebagai pemijat di sebuah hotel. Namun, kenyataan berbeda. Para wanita itu --termasuk dirinya-- justru dipaksa berpose dalam balutan pakaian sensual di sebuah situs dewasa.

Sang wanita yang berasal dari Rumania itu juga mengaku sempat disandera di rumah bordil di London sebelum dipindahkan ke Coventry. "'Tetapi aku tidak ingin melakukannya. Dapatkah Anda membantu saya kembali ke negara saya? Pria itu (Enescu) berkata saya harus melakukan pelacuran tetapi saya tidak ingin melakukannya,'" sambung Mehmood.

Sebagaimana dilaporkan Metro, Senin (30/9/2019), rekaman bodycam polisi menunjukkan interaksi antara Mehmood dan petugas sesaat ketika mereka tiba merespons panggilan Mehmood. Rekaman juga menunjukkan bagaimana sang wanita duduk di pojok kabin belakang taksi Mehmood dengan keadaan tertekan.

Enescu sendiri akhirnya dipenjara selama sembilan tahun atas tuduhan perdagangan manusia. Sang wanita bersaksi di persidangan dan memberikan bukti di balik layar tentang sepak terjang Enescu.

Mirip Taxi Driver

Apa yang dilakukan Mehmood sekilas mirip dengan kisah yang ditampilkan Taxi Driver. Diperankan Robert De Niro, film garapan Martin Scorcese ini bercerita tentang Travis Bickle, seorang sopir taksi yang mengalami berbagai masalah dengan kesendiriannya.

Suatu hari, Travis bertemu dengan Iris alias Easy, seorang pelacur remaja yang diperankan Jodie Foster muda. Pertemuan itu terjadi ketika Iris hendak menaiki taksi Travis, namun ditarik keluar oleh muncikarinya.

Untuk mengganti 'kerugian' yang dialami Travis, muncikari melemparkan selembar uang kepada Travis. Uang kertas yang telah kusut itu seakan menghantui Travis. Tiap kali melihat uang itu, tiap itu juga Travis mengingat nasib Iris.

Suatu hari, Travis membeli senjata api. Ia berlatih menembak dan memotong mohawk rambutnya. Travis memutuskan untuk menjadi seorang pahlawan dengan menyelamatkan Iris.

Rencana itu terealisasi. Tak hanya muncikari. Travis juga menghabisi pemilik hotel, bahkan menembak lelaki penyewa Iris. 

Kisah antara Mehmood dan Travis memang tak sepenuhnya sama. Namun, kemiripan kisah dapat dilihat dari dua cerita yang berlatar belakang berbeda --satu fiksi lainnya nyata-- itu.

Mehmood (West Midlands Police)

Travis Bickle (IMDB)

Seperti yang tergambar dari kisah wanita Rumania di cerita Mehmood, pelacuran kerap kali bermula dari jerat kemiskinan. Kebutuhan hidup mendorong seseorang untuk mengambil berbagai macam risiko.

Dalam kisah Mehmood, sang wanita Rumania sampai menyeberang ke negeri orang demi pekerjaan sebagai pemijat --pekerjaan yang belakangan ternyata palsu. Sedang di kisah Taxi Driver, Jodie Foster muda --yang memerankan karakter Iris-- mengalami dilema luar biasa soal kehidupan pelacurannya.

Di satu sisi, ia amat membutuhkan segala pekerjaan kotor yang telah ia jalani. Namun, di sisi lain, ia menyadari kehidupan yang ia jalani bukanlah kehidupan yang mudah dan patut baginya.

Sementara, sosok Mehmood dan Travis sama-sama hadir sebagai sosok yang menguak kenyataan pahit ini. Keduanya juga menjadi penyelamat bagi masing-masing wanita yang nasibnya mereka bela. Dengan dua cara yang juga berbeda, pastinya.

Tag: hari perempuan internasional