Alasan Mengapa Berjemur di Bawah Sinar Matahari Pagi Penting bagi Kesehatan

Your browser doesn’t support HTML5 audio
Bandung, era.id – Kesibukan dalam beraktivitas sering kali membuat kita lalai menjaga kesehatan. Padahal pencegahan terhadap datangnya berbagai penyakit bisa dilakukan dengan cara sederhana, mulai dari mengatur pola makan seimbang, olahraga teratur, hingga berjemur.

Ya, jangan anggap remeh berjemur sinar matahari yang merupakan sumber vitamin D. Di negeri tropis seperti Indonesia, sinar matahari bisa dinikmati sepanjang hari dan gratis. Namun karena kesibukan kita sehari-hari membuat manfaat sinar matahari ini kerap dilupakan.

Apalagi bagi masyarakat perkotaan yang biasa berangkat kerja pagi dan pulang sore. Mereka berangkat ketika sinar matahari masih rendah dan pulang saat matahari sudah redup. Padahal rugi banget jika kita tidak kebagian sinar matahari.

Sedangkan sumber penyakit bisa datang dari mana saja, termasuk dari lingkungan sekitar kita. Mulai dari polusi udara, stres akibat kemacetan di jalan raya, hingga stres di tempat kerja. Terlalu sering stres juga akan memicu berbagai penyakit. Untuk mencegah berbagai penyakit tersebut, sinar matahari bisa diandalkan.

Dokter dari Divisi Reumatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung/Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, dr Rachmat Gunadi W., SpPD-KR, bilang akhir-akhir ini penelitian terhadap manfaat vitamin D marak dilakukan.

"Vitamin D banyak sekali fungsinya untuk berbagai penyakit," kata dr Rachmat Gunadi, saat dihubungi era.id, baru-baru ini.

Ia bilang, vitamin D fungsinya tidak hanya untuk kesehatan tulang, melainkan bisa mencegah penyakit autoimun, antikanker, antidiabetes, antihipertensi, rematik, dan lain-lain.

Kekurangan vitamin D juga bisa menyebabkan keluhan sakit seperti reumatik atau nyeri sendi, sakit badan, lemas, susah tidur, susah berpikir, dan lain-lain. "Kita kurang vitamin D karena gara-gara kurang terpapar sinar matahari," katanya.

Tentu berjemur sinar matahari ada aturannya. Misalnya untuk orang penderita lupus, tidak boleh berjemur matahari pada pukul 10.00 sampai 15.00. Pada waktu tersebut, kadar ultraviolet sinar matahari sedang tinggi-tingginya dan ini tidak baik bagi penyakit lupus.

Nah, di luar penyakit lupus, orang bebas berjemur sinar matahari sepanjang hari. Hanya saja perlu diketahui kadar ultraviolet yang tinggi antara pukul 10.00 sampai 15.00 bisa membuat kulit menjadi hitam. Jadi waktu berjemur yang pas adalah sebelum pukul 10 pagi atau sesudah pukul 15 sore. 

Jadi, jangan lupa berjemur gengs!

Tag: kesehatan