Ada Juga Warga yang Menolak Dievakuasi

Jakarta, era.id - Banyak warga yang meminta evakuasi karena terjebak banjir. Mereka berharap mendapatkan pertolongan karena terjebak banjir dengan bantuan call center Basarnas, grup Whatsapp sampai media sosial. 

Kepolisian Perairan atau Polair menggelar operasi kemanusiaan dengan menurunkan personel untuk membantu proses evakuasi korban banjir di beberapa titik di Jakarta. Tapi ada juga warga yang menolak dievakuasi sampai akhirnya berhasil di evakuasi.

Kasubdit Patroli Perairan Ditpolair, Korpolairud, Baharkam Polri, Kombes Pol Muhamad Yassin Kosasi menjelaskan dalam proses evakuasi yang beralngsung di Cipinang, Jakarta Timur pada Rabu (1/1) kemarin, ada sejumlah kendala yang dialami para personelnya. Salah satunya warga yang enggan untuk dievakuasi.

“Ada beberapa warga yang tidak mau dievakuasi. Mereka memilih bertahan dengan berbagai alasan. Tapi kami berupaya memaksa ya semata-mata demi keselamatan mereka,” kata Kombes Pol Muhamad Yassin Kosasi, Kamis (2/1/2020).

Baca Juga: Korban Banjir Andalkan 'Twitter, Please Do Your Magic' untuk Minta Tolong

Dengan menerjunkan tim khusus yang ahli dalam bidang SAR, personel Polair juga dibekali cara untuk mengajak warga yang enggan dievakuasi. Melalui pendekatan persuasif warga itu diajak berdialog dengan anggota yang pada akhirnya mau dievakuasi.

“Di Cipinang itu ada 200 orang. Kemarin 100 warga berhasil kami evakuasi. Mereka awalnya ada yang enggak mau, setelah dibujuk, kita sisir rumah warga berkali-kali akhirnya mereka mau untuk di evakuasi,” urainya.

Adapun hari ini Polair hari ini kembali ke lapangan untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak banjir atau membutuhkan bantuan. Polair tersebar di beberapa titik dengan mengerahkan 100 personel dari Polda Metro Jaya dan Mabes Polri.

Tag: banjir