Mangkujiwo Sebuah 'Spin Off' Kuntilanak

Jakarta, era.id - Setelah sukses dengan semesta (universe) Kuntilanak, kali ini MVP Pictures membuat versi spin off dari Kuntilanak, berjudul Mangkujiwo

Film ini bercerita tentang asal usul karakter kuntilanak.

Berkisah tentang dua tokoh berpengaruh, Brotoseno (Sujiwo Tejo) dan Cokrokusumo (Roy Marten). Kedua tokoh ini semula hidup rukun dan damai, hingga suatu ketika muncul perdebatan dan fitnah yang dilayangkan kepada Brotoseno oleh Cokrokusumo. 

Akibatnya, Brotoseno harus mundur dari jabatannya lantaran fitnah keji yang dituduhkan oleh Cokrokusumo. Fitnah keji itu dilandasi dengan perebutan pengaruh dan kekuasaan atas Loji Pusaka.

Tidak tinggal diam, Brotoseno pun segera melancarkan aksi balas dendamnya. Kali ini ia memanfaatkan Kanthi (Asmara Abigail), yang tak lain adalah seorang wanita biasa yang dihamili oleh Cokrokusumo. Sayangnya, aksi balas dendam tersebut harus dipenuhi dengan tindakan brutal dari Brotoseno. Misi balas dendam itu pun diteruskan kepada Uma (Yasamin Jasem).

Film ini membawa angin segar dan gambaran baru terkait kuntilanak yang sudah lebih dulu terkenal dibandingkan sejarah asal usulnya. Tanpa basa basi, film ini mengandung unsur mistis dan menyeramkan, cenderung gore. Di mana tidak ada bentuk hantu-hantu menyeramkan yang ditampilkan dalam Mangkujiwo.

Sayangnya alur cerita ini berjalan terasa sangat lama hingga menimbulkan rasa bosan sampai separuh waktu dilm diputar. Meski demikian, chemistry antar pemain dengan dialog bahasa jawa, sangat patut untuk diapresiasi, terutama adegan Sujiwo Tejo bersama Asmara Abigail.Tentu saja hal ini berkat script apik besutan Dirmawan Hatta dan Erwanto Alphadullah.

Selain itu film karya Kinoi Lubis ini juga banyak adegan gore dan disturbing yang bisa membuat penonton mual. Kinoi selaku sutradara memang tak tanggung-tanggung untuk menggarap film yang nantinya akan memiliki beberapa sekuel. Sebagai pembuka sejarah kuntilanak, kerja keras Kinoi dan tim layak diapresiasi.

Mangkujiwo dijadwalkan tayang pada 30 Januari. Film ini dibintangi Yasamin Jasem (Uma), Djenar Maesa Ayu (Nyi Kenanga), Karina Suwandi (Karmila), Septian Dwi Cahyo (Sadi), Samuel Rizal (Pulung), Imam Rosmawan (Kolonel Herman) dan juga Landung Simatupang (Ki Lurah).