Anies Tak Mau Ikuti Jejak Ahok

This browser does not support the video element.

Jakarta, era.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, mengklaim dirinya cukup tegas dalam memberikan sanksi terhadap anak buahnya. Ia sengaja tak memublikasikan sanksi apa yang diberikan, seperti yang dilakukan pemerintahan sebelumnya.

"Saya itu udah banyak kasih sanksi tapi enggak saya umumkan, mengapa? Karena saya tidak mempermalukan orang," kata Anies di Jakarta, Kamis (1/2/2018). 

Anies pun meminta masyarakat memperhatikan rotasi jabatan di pemerintahannya. Rotasi sengaja dilakukan untuk memberi pelajaran kepada mereka yang kerap melanggar, sehingga diharapkan terjadi perubahan perilaku.

"Jadi kalau anda cek, kepala-kepala (bagian) itu banyak yang udah digeser. Rotasi, pembinaan, tapi memang kenapa saya menindak karena yang penting perubahan perilaku," ujar Anies.

Ia menyindir kepemimpinan di DKI sebelumnya, yang terkesan arogan dalam bertindak. Sindiran ditunjukan terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yang beberapa kali kedapatan memecat sejumlah pejabat daerah di pemerintahannya.

"Gubernurnya kelihatan heroik karena mecatin orang," ujar Anies.

Sebelum menjalani cuti kampanye Pilkada DKI Jakarta, Ahok telah memecat sekitar 40 pegawai negeri sipil (PNS) yang terbukti melakukan pungli. Bahkan, sejak menjabat sebagai gubernur Oktober 2014 lalu, Ahok mengaku sudah memecat ratusan PNS 'bandel' di DKI.

Kebanyakan para pegawai tersebut dipecat karena faktor indisipliner atau kedapatan terlibat dalam pungutan liar. Kendati demikian, pemecatan ratusan PNS itu tak menganggu kinerja Pemprov DKI secara keseluruhan. 

Tag: kepemimpinan anies-sandi