Warga Jabar di Jakarta Diimbau Tak Pulang Kampung

Bandung, era.id - Jakarta menjadi pusat penyebaran COVID-19. Sebagai ibu kota dan pusat bisnis, warga dari berbagai daerah merantau dan mencari nafkah di Jakarta. 

Ketika wabah terjadi, otomatis kebijakan social distancing berlaku bagi semua yang tinggal di Ibu Kota, tak terkecuali bagi warga luar Jakarta yang berada di Jakarta.

Warga Jawa Barat pun tercatat banyak yang kerja di Jakarta. Mereka diimbau untuk menaati imbauan untuk di rumah saja, termasuk tak mudik ke kampung halaman pada Lebaran tahun ini.

“Saya imbau semua warga (Jabar) yang kerja tinggal di Jakarta untuk tidak mudik, sekali lagi saya himbau semua warga untuk tidak mudik. Karena sumber pandemi di Indonesia itu mayoritas ada di Jakarta,” kata Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dalam jumpa pers di Bandung, Selasa sore (25/3).

Warga Jabar yang kerja di Jakarta diminta tidak pulang sebelum dilaksanakannya rapid test masif untuk mengetahui peta sebaran COVID-19. 

“Karena punya potensi dihitung datang dari wilayah yang tingkat persebarannya banyak. Kalau katakanlah Jakarta sebuah negara, jadi mereka datang dari sebuah tempat yang masuk kategori ODP,” katanya.

Contohnya Sumedang, Jawa Barat, kata Gubernur yang akrab disapa Emil, awalnya Pemda setempat mengumumkan jumlah ODP sebanyak 2 orang. Namun sekarang membengkak menjadi 300 orang.

“Pak Bupati Sumedang melaporkan 300 itu adalah mereka kerja di Jakarta tiba-tiba pulang ke kampungya masing-masing. Jadi sekali lagi saya imbau jangan mudik dulu, tetap di tempat masing-masing untuk jaga penyebaran yang tidak terlalu besar,” harapnya.

Mantan Walikota Bandung tersebut lantas mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang wabah, bahwa jika ada wabah di sebuah tempat sebaiknya tidak pergi ke mana-mana atau jangan mendatangi dan keluar dari tempat itu.

“Jadi mohon kepada kita yang percayai keyakinan itu agar bijak untuk tidak keluar dari Jakarta dan tetap tinggal sampai situasi kondusif,” tandasnya.

 

Tag: mudik