Danau Toba Akan Jadi Pusat Wisata

Jakarta, era.id – Program kerja sama Western Indonesia Economic and Business Hub for Asean telah berjalan di provinsi Sumatera Utara. Program ini merupakan hasil kerja sama pemerintah yang mengedepankan pendekatan pembangunan daerah secara terintegrasi, difokuskan pada pembangunan di luar Pulau Jawa.

Dalam pelaksanaan program ini, Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan meminta masyarakat terlibat aktif. Ia mengatakan, khusus di Sumatera Utara ada potensi wisata dan pertanian yang besar di kawasan Danau Toba.

“Implementasi bapak dan ibu sekalian itu yang dibutuhkan, jadi nanti menurut saya saat berkhutbah di gereja, ini pesan dari pusat, harus ada khotbah mengenai kebersihan, ketauladanan, teamwork, kebersamaan, keramahtamahan yang dikaitkan dengan ayat-ayat Alkitab yang sangat banyak sekali disana,” jelas Luhut saat melakukan pertemuan dengan komunitas Horas Halak Hita (H3) dan Komite Pelaksana Pelayanan Strategis Huria Kristen Batak Protestan (KPPS HKBP) beberapa waktu lalu.

Luhut melanjutkan, masyarakat di kawasan Danau Toba menjadi kunci yang berperan penting dalam membawa semangat kebersamaan, memberikan teladan, dan mendidik masyarakat untuk memuluskan program pemerintah ini. Menurut Luhut, pengembangan wisata dan pertanian di wilayah Danau Toba dapat berimbas besar pada terbukanya peluang investasi di Pulau Sumatera pada umumnya.

“Kita tidak hanya bicara Toba saja, ini menyangkut semua sampai nanti ke Dumai, Kuala Tanjung, kuala Kualanamu dan segala macam. Dan ini hebat, dampaknya sampai kepada orang Batak, kalau orang Batak tidak menyiapkan dirinya maka mereka akan bisa menjadi terpinggirkan,” jelas mantan Menko Polhukam itu.

Penting menurut Luhut untuk kemudian warga setempat memperhatikan kualitas SDM, supaya ke depannya masyarakat lokal menjadi kalangan pertama yang diberdayakan, serta menjadi tuan rumah di tanahnya sendiri.

Luhut juga meminta kepada Bupati Tapanuli Utara supaya menata Bandara Silangit. Pasalnya, kawasan tersebut akan menjadi pusat wisata dari Asia Selatan ke Asia Tenggara. Penataan itu, menurut Luhut, harus disinergikan dengan arsitektur Toba dan arsitektur Batak yang modern. Tujuannya supaya menjadi nilai jual bagi wisatawan, dengan mengunggulkan sentuhan lokal.

Lagi, di sela-sela acara World Economic Forum di Davos, Luhut sempat menjalin komunikasi dengan CEO Air Asia Tony Fernandes. Dalam kesempatan itu, Luhut meminta Air Asia dapat berkontribusi dalam program pengembangan wisata yang tengah pihaknya galakkan.

“Sudah ketemu Tony Fernandes, dia janji akan bawa turis dari India, Tiongkok, dan Filipina (ke sini),” kata Luhut.

Tag: