Hadirkan Layanan Bahasa Isyarat, Starbucks Jepang Pekerjakan Disabilitas

Jakarta, era.id - Sebagai salah satu brand kopi yang populer di dunia, Starbucks baru saja membuka gerai pertama yang menggunakan bahasa isyarat. Gerai berbahasa isyarat itu dibuka di Jepang. Tepatnya, Starbucks Nonowa Kunitachi di Kunitachi, bagian barat Tokyo Metropolis.

Starbucks memiliki banyak cabang di Jepang, bahkan beberapa cabangnya punya dekorasi yang unik. Selain itu, setiap kedai selalu menghadirkan warna yang berbeda agar dapat menarik perhatian para pengunjung.

Salah satunya adalah Starbucks yang mengusung arsitektur tradisional zaman Edo hingga Starbucks dengan dekorasi bunga. 

Kini, Starbucks di Jepang menghadirkan suasana yang baru dan berbeda, yakni menerapkan bahasa isyarat pertama di negeri Sakura. 

Kebanyakan barista di sini adalah tunarungu yang menggunakan bahasa isyarat untuk media berkomunikasi, termasuk dengan para pengunjung.

Starbucks di Jepang hadirkan layanan bahasa isyarat (Foto: Dok. Starbuck Jepang)

Sebelum di Jepang, sudah ada Starbucks yang menggunakan bahasa isyarat. Jepang adalah yang kelima. Menyusul negara lainnya, di antaranya Malaysia, satu di China, dan satu di Amerika Serikat.

Dikutip dari Mother Ship pada Kamis (2/7/2020), Takafumi Mizuguchi, CEO Starbucks Coffee Japan, menyatakan bahwa konsep gerai itu adalah "infinite possibilities" yang berarti "kemungkinan tak terbatas."

Dia menggambarkan di gerai isyarat, baik barista, dan pelanggan tunarungu, bisa saling merasa nyaman serta menjadikan mereka nyaman jadi diri sendiri.

Takafumi berharap siapa pun yang mengunjungi toko dapat menambah kepedulian dan kesadaran kepada orang-orang penyandang tuna rungu. 

Pelanggan yang tak bisa berbahasa isyarat dengan mempuni bisa menulis, atau menunjuk menu makanan  yang ingin diinginkannya.

Starbucks di Jepang hadirkan layanan bahasa isyarat (Foto: Dok. Starbuck Jepang)

Cara lainnya adalah mereka bisa berbicara ke dalam tablet canggih yang bisa mengartikan kata-kata mereka ke dalam teks. 

Starbucks di Jepang juga menghadirkan fitur layar digital berisi petunjuk bahasa isyarat secara sederhana.

Layar ini mencantumkan nomor antrean, serta gerakan tangan yang menjadi tanda atau tiap nomor.

Selain itu, celemek para barista bertuliskan Starbucks dalam bahasa isyarat. Selain itu ada juga karya seni buatan seniman Jepang Kado Hidehiko, yang menggambarkan orang tuanya tunarungu.

Namun, karena pandemi COVID-19, saat ini gerai menerapkan beberapa langkah protokol kesehatan. Para barista mengenakan topeng transparan, yang memungkinkan pelanggan bisa membaca ekspresi wajah dan gerak bibir dari barista.

Tag: starbucks dilarang di rest area gempa di jepang kuliner ramadan hari perempuan internasional