Perwakilan Perempuan Diusulkan Gantikan Oesman di MPR

Jakarta, era.id - Koalisi masyarakat sipil selamatkan DPD meminta pergantian wakil ketua MPR diisi oleh anggota DPD dari kalangan perempuan.

Kursi Wakil Ketua MPR untuk jatah DPD akan kosong setelah ditinggal Oesman Sapta Odang. Oesman memilih mundur dari posisi itu dan akan fokus sebagai Ketua DPD.

"Dalam rangka menyikapi terjadinya kekosongan jabatan wakil ketua MPR dari DPD, maka sudah sepantasnya anggota pengganti untuk kursi wakil ketua MPR diisi atau ditempati oleh perwakilan perempuan," kata Lena Maryana Mukti (Koordinator Maju Perempuan Indonesia/MPI) di Bakoel Coffie, Jakarta Pusat, Minggu (11/2/2018).

Lebih lanjut, Lena mendesak segera dibuat aturan yang memperjuangkan keterwakilan perempuan dalam kursi pimpinan MPR, DPR, DPD maupun DPRD.

"Kami juga mendesak kepada para anggota perwakilan baik di DPR, DPD maupun MPR untuk mengkampanyekan dan memperjuangkan pengaturan mengenai adanya keterwakilan perempuan dalam jabatan pimpinan MPR, DPR, DPD dan DPRD," imbuh Lena.

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang mengundurkan diri dari jabatannya. Dia memilih mundur untuk dengan alasan ingin fokus dengan DPD. Selain jadi pimpinan di MPR, Oesman juga menjabat sebagai Ketua DPD.

"Kalau untuk mundur dari wakil ketua MPR memang iya. Sebenarnya sudah sejak lama hanya masih mencari waktu yang tepat," kata Wakil Ketua Umum Partai Hanura, Gede Pasek Suardika dihubungi, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

Pasek menambahkan, keinginan Oesman mundur dari pimpinan MPR disampaikan saat dialog perayaan Hari Pers Nasional di Padang, beberapa waktu lalu. Keputusan ini pun sudah final.

Pasek mengatakan, memang Ketua Umum Partai Hanura itu sejak awal ingin mundur dari kursi wakil ketua MPR. Namun, dia terikat dengan sistem pemilihan pimpinan MPR kala itu, yang dilakukan secara paket dari gabungan partai politik dan anggota DPD.

 

Tag: oesman sapta odang mpr