Survei KPAI: Ibu Sangat Terbebani Saat COVID-19

ERA.id - Komisi Perlindungan Anak Indonesia merilis survei mengenai ibu di lingkungan keluarga yang mengalami beban domestik berlipat saat pandemi COVID-19 terjadi.

Ketua KPAI Susanto mengatakan, kondisi beban domestik dan psikologis ibu selama pandemi harus menjadi perhatian bersama karena dapat mempengaruhi tingkat kekerasan di dalam rumah tangga karena stres yang dialami.

Dari data survei menunjukkan, hanya 33,8 persen orang tua yang pernah mengikuti pelatihan atau memperoleh informasi tentang pengasuhan. Dari data ini disimpulkan, tingkat literasi soal asuh anak akan mempengaruhi proses pengasuhan yang berkualitas.

"Data ini juga menunjukkan adanya potensi gap antara apa yang dilakukan orang tua dan diterima anak dalam pengasuhan, sehingga ke depan perlu peningkatan pemahaman tentang pengasuhan bagai ayah dan ibu sekaligus," kata dia.

Sementara Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati mengatakan, pihaknya merekomendasikan ayah dan ibu harus bekerja sama dalam urusan rumah tangga dan pengasuhan.

"Hal ini akan berdampak positif pada anak dan mengurangi terjadinya kekerasan fisik dan psikis terhadap anak. Perlunya pembagian peran yang baik antara ibu dan ayah dalam mengasuh anak terutama dalam kondisi COVID-19 ini," kata Rita sebagai Komisioner KPAI yang membidangi isu pengasuhan.

Ia juga berujar, ayah harus lebih banyak terlibat dalam pengasuhan anak, karena sejatinya buah hati memerlukan kedua orang tuanya. Kelekatan anak dengan orang tua sangat diperlukan untuk optimalnya tumbuh kembang anak.

"Selain itu, perlunya promosi layanan konsultasi dan penanganan kasus kepada anak dan orang tua agar jika mengalami kekerasan dapat mengadu ke tempat yang tepat dan ditangani dengan baik," ucapnya.