Waspada Kena Tipu Seperti Beli di PS Store, Berikut Ciri-Ciri Ponsel Black Market

ERA.id - Masyarakat tengah dihebohkan dengan kasus dugaan perdagangan ponsel ilegal yang dilakukan PS Store. Pemilik PS Store sekaligus YouTuber ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Putra Siregar dikenal menjajakan beragam merek ponsel. Melalui akun Instagram @pst0re yang memiliki 2,9 juta pengikut, PS Store paling banyak menjual iPhone. Bayangkan saja, Putra menjual iPhone 11 pro yang katanya 'Like New' seharga Rp11,9 juta. Padahal harga normal lebih dari Rp18 juta.

Lalu, apakah iPhone yang kamu miliki juga termasuk iPhone black market? Melalui kanal YouTube Kepoin Tekno, Febian mengungkapkan ciri-ciri iPhone black market (BM).

1. Harga lebih murah

iPhone (Foto: Unsplash/Drew Coffman)

Harga memang menjadi pertimbangan banyak orang untuk memilih ponsel BM. Terutama jika menginginkan gadget canggih dan terkini dengan harga sangat tinggi. Maka dari itu, ponsel BM hadir yang tidak dikenai pajak saat masuk ke Indonesia. 

"Jadi yang dibeli secara resmi di Indonesia pasti lebih mahal daripada jalur yang enggak resmi atau beli online" kata Febian

2. Klaim garansi di Indonesia

Ponsel yang kamu beli di black market kebanyakan berasal dari luar negeri. Namun, tetap saja masih bisa mendapat garansi. Jika iPhone resmi maka kamu akan mendapat garansi dalam negeri. Namun, ponsel BM itu harus ke negara asal ponselmu beli. Sebenarnya, ada sebagian penjual produk BM lokal menyediakan garansi pembelian. Namun, garansi itu berlaku hanya satu bulan saja.

"Kalau ada permasalahan beli online atau tidak resmi, maka ketika iPhone ada masalah maka kamu harus ke negara asal iPhone yang kamu beli. Misal di Singapura, maka kamu harus ke App Store Singapura," ungkap Febian.

3. Tidak memiliki kode IMEI

iPhone (Pexels/Tyler Lastovich)

Sebelumnya, Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melakukan langkah untuk pengecekan nomor Internasional Mobile Equipment Identity (IMEI).

"Kalau beli tidak secara resmi maka tak terdaftar di data base Kemenprin," ungkap Febian

Hal ini diupayakan untuk membedakan HP resmi dan BM yang beredar di Indonesia. Kegunaan Imei adalah saat ponselmu dicuri, kamu bisa melaporkan kode IMEI ke operator seluler. Bukan hanya nomor yang diblokir, pencuri juga tidak bisa menggunakan ponsel tersebut.Pengguna juga bisa melaporkan nomor IMEI ponsel yang dicuri ke kepolisian untuk dilacak.

4. Kotak penyimpanan berbahasa asing

Ponsel BM diproduksi di luar negeri jadi buku panduan penggunaan ponsel berbahasa asing. Sementara, ponsel resmi kotak ponsel berbahasa Indonesia. Ponsel resmi dilengkapi buku panduan berbahasa asing dan Indonesia.

"Jadi iPhone resmi ada panduan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Kalau kamu beli iPhone engga resmi itu misal asal singapure. Maka bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris dan Tiongkok. Tapi, kalau beli di Amerika Serikat maka yang digunakan bahasa Inggris saja," ujar Febian.

5. Charger

iPhone (Foto: Pexels/Thorn Yang)

Charger dari iPhone resmi memiliki material bahan yang berkualitas dan sesuai soket di Indonesia. Jika iPhone BM, maka akan diberikan soket asal negara asal yang dibeli. Charger itu juga tidak punya sertifikasi apa-apa, dan cenderung memiliki kecatatan bagian material. 

"iPhone resmi maka terdapat charger standar staker asal Indonesia. Kalau iPhone tak resmi maka yang dipakai soket negara asal dibelinya. Misal soket asal Singapura, maka otomatis soket itu berasal dari Singapura."